Kedutaan AS di Accra mendesak warga Ghana yang bepergian untuk Piala Dunia FIFA 2026 agar mematuhi ketat syarat visa. Sementara itu, FIFA memantau kerusuhan keamanan di Meksiko, negara tuan rumah bersama. Perkembangan ini menyoroti persiapan berkelanjutan untuk turnamen di Amerika Utara.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Accra menyarankan wisatawan dan lainnya yang berencana menghadiri Piala Dunia FIFA 2026 untuk membatasi kegiatan mereka pada yang terkait dengan acara tersebut. Rolf Olson, Pengurus Sementara Kedutaan AS di Ghana, menekankan selama sesi media pada Jumat bahwa pengunjung harus mematuhi hukum AS dan menghormati ketentuan visa. Menanggapi kekhawatiran tentang keamanan di tengah penangkapan terbaru oleh Immigration and Customs Enforcement, Olson meyakinkan bahwa pemerintah AS akan memastikan lingkungan aman bagi pelancong yang sah, jika Anda memasuki negara itu dengan paspor yang sah dan visa AS yang sah, Anda harus selalu membawanya,” kata Olson. Ia mencatat bahwa Presiden AS Donald J. Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan pejabat lain telah berkomitmen untuk menjadikan Piala Dunia sebagai yang terbaik dalam sejarah. Olson memperingatkan terhadap kelebihan masa tinggal visa, menyebutnya pelanggaran hukum imigrasi. Kami sangat mendorong dan mengharapkan orang-orang yang diberi visa untuk pergi ke AS untuk mematuhi ketentuan visa tersebut, mulai dari lama waktu di sana hingga kapan mereka benar-benar berangkat. Orang yang melebihi ketentuan visa mereka melanggar hukum. Dan kami akan menganggapnya sangat serius,” tambahnya. Dalam berita terkait, FIFA telah meminta laporan keamanan tentang kerusuhan terbaru di Meksiko setelah insiden di sekitar 20 negara bagian dari 22 Februari hingga dini hari berikutnya. Fokusnya adalah Guadalajara di Jalisco, kota tuan rumah yang dijadwalkan untuk empat pertandingan Piala Dunia dan pertandingan playoff antar benua pada Maret yang melibatkan tim dari Kaledonia Baru, Jamaika, dan Republik Kongo. Monterrey akan menjadi tuan rumah playoff lain dengan Suriname, Bolivia, dan Irak. Pihak berwenang Meksiko mengeluarkan peringatan merah di Jalisco, menangguhkan kelas dan kegiatan, sambil memperkuat keamanan di Nuevo León. Laporan telah dikirim ke markas FIFA di Zurich untuk menilai implikasi, meskipun pejabat dekat pemerintah Meksiko menyatakan bahwa status tuan rumah negara itu tetap aman, dengan persiapan berjalan sesuai rencana. Mexico City dijadwalkan menjadi tuan rumah lima pertandingan, termasuk pertandingan pembuka.