Academy of Motion Picture Arts and Sciences telah memperbarui peraturannya untuk mengecualikan penampilan dan skenario hasil kecerdasan buatan (AI) dari pertimbangan Oscar mulai perhelatan ke-99 pada tahun 2027. Kebijakan ini menyusul perubahan lain seperti nominasi akting ganda per penampil dan perluasan kelayakan untuk kategori Best International Feature. Para pembuat film diizinkan menggunakan alat bantu AI namun tidak dapat mengajukan karya sintetis untuk penghargaan.
Pada hari Jumat, Reuters melaporkan kebijakan baru Academy—yang merupakan bagian dari pembaruan kelayakan yang lebih luas untuk Oscar ke-99—yang mengharuskan pengajuan karya untuk menampilkan skenario dan penampilan yang dibuat oleh manusia. Academy berhak meminta bukti kreasi manusia. (Reuters, 1 Mei 2026)
Aturan ini berdampak pada proyek seperti film independen As Deep as the Grave, yang menampilkan kemiripan mendiang Val Kilmer yang sepenuhnya dibuat oleh AI dalam peran utama. Kilmer, yang meninggal pada April 2025, telah mengundurkan diri karena masalah kesehatan namun mendukung penyelesaian film tersebut. Penulis sekaligus sutradara Coerte Voorhees mencatat dukungan dari keluarga:
4Keluarganya terus mengatakan betapa pentingnya film ini bagi mereka dan bahwa Val benar-benar ingin menjadi bagian dari hal ini. Meskipun beberapa orang mungkin menyebutnya kontroversial, inilah yang diinginkan Val.4
Kekhawatiran mulai meningkat dengan alat seperti Seedance 2.0 milik ByteDance, yang membuat klip viral Tom Cruise dan Brad Pitt berkelahi hanya dari sebuah perintah (prompt). ByteDance telah menghentikan peluncurannya sementara Hollywood mendebatkan film-film hasil kreasi AI.
Academy bertujuan untuk melestarikan kreativitas manusia sambil tetap mengizinkan penggunaan AI dalam proses produksi.