Menteri pertanian dan investasi sepakati hilirisasi Rp371 triliun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyepakati percepatan hilirisasi sektor pertanian hingga peternakan dengan investasi Rp371 triliun. Kesepakatan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Rapat finalisasi digelar di Jakarta pada Jumat.

Dalam jumpa pers di Jakarta pada Jumat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan kesepakatan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk mempercepat hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Langkah ini bertujuan memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir, sehingga komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, mete, sawit, dan kelapa sawit memiliki nilai tambah tinggi, menyejahterakan petani serta peternak, serta meningkatkan daya saing ekspor.

Amran menyatakan, "Ini atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita melakukan hilirisasi bersama Pak Menteri Investasi juga CEO Danantara. Nah, tadi total rencana investasi kurang lebih total rencana Rp371 triliun." Hilirisasi diharapkan mengubah nilai ekspor kelapa dari Rp24 triliun menjadi hingga Rp2.400 triliun jika pengolahan industri optimal di dalam negeri. Contohnya, di Maluku Utara, harga kelapa naik dari Rp600 menjadi Rp3.500 per butir setelah program pengolahan dimulai. Proyek ini juga ditargetkan menyerap 3 juta tenaga kerja baru di sektor perkebunan, peternakan, dan hortikultura dalam empat tahun ke depan.

Rosan menjelaskan bahwa rapat finalisasi merupakan hasil pertemuan berulang yang mencapai kesepakatan untuk mendorong realisasi investasi. "Kita sudah mencapai pada suatu kesepakatan, yang dimana memang program realisasi ini terutama di bidang peternakan, perkebunan, pertanian akan kita dorong dan kita akan akselerasi sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada kami," ujarnya. Danantara sebagai mitra strategis pemerintah akan memberikan dukungan penuh, termasuk evaluasi dan percepatan implementasi di lapangan, agar program berdampak langsung bagi masyarakat. Seluruh program telah diidentifikasi oleh Kementerian Pertanian dan akan ditindaklanjuti oleh BUMN yang ditunjuk untuk mencapai target tepat waktu.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak