Protein dirancang AI memicu kekhawatiran keamanan biologis

Peneliti memperingatkan bahwa alat AI untuk merancang protein baru dapat menimbulkan risiko keamanan biologis yang signifikan. Kemajuan dalam model seperti AlphaFold telah mempercepat rekayasa protein, menimbulkan ketakutan penyalahgunaan dalam menciptakan agen biologis berbahaya. Para ahli menyerukan regulasi yang lebih kuat untuk mengurangi kerentanan ini.

Pada Oktober 2025, sebuah artikel di Ars Technica menyoroti kekhawatiran yang semakin besar mengenai peran AI dalam desain protein dan implikasinya yang potensial terhadap keamanan biologis. Sistem AI seperti AlphaFold milik DeepMind dan RoseTTAFold dari Universitas Washington telah merevolusi bidang tersebut dengan memprediksi struktur protein dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, memungkinkan penciptaan protein baru sepenuhnya yang tidak ditemukan di alam.

Kemampuan ini, yang awalnya dipuji untuk aplikasi medis seperti pengembangan obat, kini mengkhawatirkan para ahli keamanan. 'Ini adalah kerentanan keamanan biologis yang nyata,' kata Tom Inglis, peneliti keamanan biologis di Johns Hopkins Center for Health Security. Ia menunjukkan bahwa alat-alat ini menurunkan hambatan bagi non-ahli untuk merekayasa protein, termasuk potensial racun atau patogen. Misalnya, AI dapat membantu memodifikasi virus atau merancang enzim untuk senjata biologis, proses yang dulu memerlukan tahun-tahun kerja laboratorium.

Artikel tersebut mencatat bahwa pemerintah AS telah berinvestasi besar-besaran dalam penelitian protein berbasis AI melalui inisiatif seperti program yang didanai DARPA, yang bertujuan memanfaatkan teknologi ini untuk pertahanan dan kesehatan. Namun, tidak ada kerangka kerja internasional yang komprehensif untuk mengawasi aplikasi ganda. Konteks latar belakang mengungkapkan bahwa sejak terobosan AlphaFold pada 2020, lebih dari 200 juta struktur protein telah diprediksi, mendemokratisasi akses melalui platform open-source.

Implikasi meluas ke keamanan global, dengan seruan dari organisasi seperti Nuclear Threat Initiative untuk pelaporan wajib desain berisiko tinggi. Meskipun teknologi ini menjanjikan penyembuhan untuk penyakit seperti kanker, sifat dua sisinya menuntut pengawasan yang seimbang. Tidak ada insiden penyalahgunaan spesifik yang dilaporkan, tetapi para ahli menekankan langkah-langkah proaktif untuk mencegah ancaman masa depan.

Diskusi tersebut menekankan kecepatan cepat AI dalam biologi, di mana inovasi melampaui regulasi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak