Lonjakan pengajuan kode yang ditulis oleh AI membuat para sukarelawan yang mengelola perangkat lunak open source kewalahan, hingga membuat sebagian dari mereka memilih untuk berhenti sepenuhnya dari bidang tersebut.
Proyek open source membentuk tulang punggung infrastruktur digital modern namun sangat bergantung pada kontributor sukarela yang bekerja di waktu luang mereka. Alat AI kini mempermudah pembuatan kode dalam volume besar, namun sebagian besar membutuhkan peninjauan ekstensif karena membingungkan, tidak kompatibel, atau sekadar tidak berfungsi. Chad Whitacre, yang memimpin tim open source di Sentry, mengundurkan diri beberapa hari sebelum wawancara yang dijadwalkan dan mengumumkan bahwa ia meninggalkan dunia teknologi demi kehidupan yang lebih sederhana. Ia menyebut beban tambahan dari kiriman AI sebagai faktor pemicu utamanya. GitHub mencatat satu miliar kontribusi kode pada tahun 2025 dan diproyeksikan akan menerima empat belas miliar tahun ini. Beberapa proyek telah merespons dengan membatasi atau melarang pengajuan berbasis AI. Zig Software Foundation menolak mentah-mentah pengajuan tersebut setelah menemukan bahwa kontribusi yang masuk selalu cacat. Pengembang seperti Mike McQuaid dari Homebrew mulai menghapus pengajuan berkualitas rendah dan memblokir pengguna bermasalah untuk melindungi tim mereka. Para peneliti di University of Edinburgh sedang mempelajari fenomena kelelahan di antara para pengelola proyek dan memperingatkan bahwa beban kerja ini mengancam keberlangsungan pekerjaan open source. Mereka menyerukan investasi publik yang lebih besar untuk mendukung para sukarelawan yang menjaga perangkat lunak krusial tetap berjalan.