Alexander Sabar beri peringatan 14 hari kepada Cloudflare

Direktur Jenderal Kemkomdigi Alexander Sabar meminta Cloudflare untuk kooperatif dalam memberantas situs judi online yang banyak menggunakan infrastrukturnya. Berdasarkan sampling data, lebih dari 76 persen situs judi online memanfaatkan layanan Cloudflare. Perusahaan diberi waktu 14 hari untuk mendaftar sebagai PSE atau menghadapi sanksi.

Jakarta, 19 November 2025 – Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar menyatakan bahwa sebagian besar situs judi online yang ditangani menggunakan infrastruktur Cloudflare. Berdasarkan sampling 10.000 situs judi online pada 1-2 November 2025, lebih dari 76 persen di antaranya memanfaatkan layanan Cloudflare untuk menyamarkan alamat IP dan mempercepat perpindahan domain guna menghindari pemblokiran.

"Cloudflare yang harusnya bisa bekerja sama. (Seharusnya) tidak semua permintaan layanan jaringan pengiriman konten itu dia terima. Kalau yang merugikan Indonesia ya jangan diterima. Ini kan jadi konteksnya moderasi, dia harusnya filtering," kata Alexander di Jakarta pada Rabu tersebut.

Cloudflare termasuk salah satu dari 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang belum terdaftar sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat. Kemkomdigi telah menyampaikan temuan ini kepada perusahaan dan memanggilnya untuk klarifikasi serta komitmen pendaftaran. Mereka diberi waktu 14 hari kerja untuk memenuhi kewajiban, atau menghadapi sanksi administratif termasuk pemutusan akses berdasarkan Pasal 7 regulasi tersebut.

Langkah ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 (Pasal 96), dan PM Kominfo 5/2020. Alexander menekankan bahwa pendaftaran PSE penting untuk kedaulatan digital dan perlindungan masyarakat. "Pendaftaran PSE tidak hanya bersifat administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan kedaulatan digital Indonesia serta melindungi masyarakat dalam ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab," ujarnya.

Mengingat banyak situs web bergantung pada Cloudflare, Alexander mengimbau pengguna mencari alternatif jika akses ditutup. "Dengan kami memberi peringatan seperti ini setidaknya mereka yang menggunakan Cloudflare sudah harus mencari alternatif lain," katanya. Ia menegaskan ruang kolaborasi terbuka bagi platform global yang menunjukkan itikad baik. “Kami terbuka dan selalu siap untuk kerja sama, tapi kepatuhan kepada peraturan dan undang-undang tetap jadi garis merah. Menjaga ruang digital Indonesia tetap bersih dan aman adalah tanggung jawab bersama,” tegas Alexander.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak