Alibaba Cloud menaikkan harga hingga 34 persen

Alibaba Cloud telah mengumumkan kenaikan harga mulai dari 5 hingga 34 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan AI dan meningkatnya biaya perangkat keras.

Alibaba Cloud, penyedia layanan komputasi awan terkemuka, menerapkan penyesuaian harga sebesar 5-34 persen di seluruh penawarannya. Menurut laporan, perubahan ini berasal langsung dari peningkatan permintaan untuk layanan terkait AI dan meningkatnya biaya perangkat keras yang terkait dengan dukungan infrastruktur tersebut. Pengumuman ini menyoroti tekanan pada penyedia layanan cloud di tengah booming AI, di mana sumber daya komputasi sangat dibutuhkan. Tidak ada jadwal spesifik untuk perubahan harga atau produk yang terkena dampak yang dirinci dalam informasi yang tersedia. Perkembangan ini dilaporkan pada 18 Maret 2026.

Artikel Terkait

Illustration depicting gaming hardware price surges due to AI data center demand, with Asus products, elevated price tags, and a delayed PS6 reference.
Gambar dihasilkan oleh AI

AI demand prompts gaming hardware price hikes in 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Asus has announced price adjustments for its gaming devices starting January 5, 2026, citing shortages driven by the AI boom. Reports indicate AMD and Nvidia will significantly raise GPU prices this year due to surging demand for components from AI data centers. These changes could delay next-generation consoles like the PlayStation 6.

Saham Dell Technologies naik 17,5% pada Jumat, mencapai level tertinggi tiga bulan. Kenaikan ini mengikuti prakiraan perusahaan bahwa pendapatan bisnis server AI-nya akan berlipat ganda pada fiskal 2027. Proyeksi ini menyoroti permintaan yang meningkat untuk infrastruktur AI.

Dilaporkan oleh AI

The boom in ai infrastructure is pushing up prices of key metals like copper and aluminum, squeezing margins for indian carmakers such as maruti suzuki. This competition for materials used in data centers is contributing to higher vehicle costs. Automakers are facing similar pressures from chip shortages linked to ai demand.

At the AGI-Next summit in Beijing, Alibaba AI scientist Lin Junyang warned that China has less than a 20% chance of exceeding the US in artificial intelligence over the next 3 to 5 years due to resource limits. He pointed out the gap, with US firms like OpenAI pouring massive computational resources into next-generation research while China is stretched thin just meeting daily demands.

Dilaporkan oleh AI

China's State Grid Corporation plans to invest 4 trillion yuan (US$574 billion) by 2030 to build a more efficient power system integrating renewables, aiming to secure an edge in the US-China tech rivalry. Experts note that electricity is China's undeniable advantage in the AI race.

South Korean companies' earnings rose 20 percent year-on-year in 2024, driven by increased semiconductor exports. Government data showed combined before-tax net profits reaching 181.9 trillion won, with the manufacturing sector leading the rebound. The year marked a transitional phase for artificial intelligence, boosting chip demand.

Dilaporkan oleh AI

Pada 4 Maret 2026, perusahaan teknologi terkemuka termasuk Amazon, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, Oracle, dan xAI menandatangani Ratepayer Protection Pledge yang tidak mengikat di Gedung Putih, dengan berkomitmen mendanai pembangkit listrik baru dan infrastruktur untuk pusat data AI guna melindungi konsumen dari kenaikan tagihan listrik. Presiden Trump memujinya sebagai 'kemenangan bersejarah', tetapi para kritikus mempertanyakan kemampuan penegakannya di tengah kekhawatiran lingkungan dan ekonomi yang semakin meningkat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak