Dalam segmen humoris di acara Daily Wire-nya, Andrew Klavan mengejek ketidakpastian prediksi ekonomi di tengah pandangan berbeda tentang ekonomi AS. Pembawa acara membandingkan ekonomi dengan permainan seperti pinball dan craps, menggunakan ekonom fiktif untuk mengilustrasikan ramalan gagal. Bagian ini merujuk pada klaim positif Presiden Trump tentang ekonomi versus jajak pendapat publik yang menunjukkan ketidaksetujuan.
Andrew Klavan, pembawa acara 'The Andrew Klavan Show' di The Daily Wire, membuka episode terbaru dengan monolog satir berjudul 'Economics Is A Science, Like Pinball Or Craps'. Segmen ini membahas kontras antara pernyataan Presiden Trump bahwa ekonomi sedang bagus dan jajak pendapat yang menunjukkan banyak orang Amerika tidak setuju. Klavan secara humoris mendefinisikan ekonomi berasal dari akar Yunani 'omics', yang berarti 'sesuatu yang Anda baca di koran begitu konyol sehingga membuat Anda tertawa', menghubungkannya dengan istilah seperti 'comics' dan 'New York Times opinionomics'. Untuk menjelaskan prinsip ekonomi secara sederhana, ia menceritakan 'hari biasa' ekonom fiktif Wolfgang Startle. Startle bangun sekitar pukul 6:00 pagi, terkejut dengan matahari terbit meskipun memprediksi kecerdasan buatan akan mencegahnya. Saat sarapan, ia bereaksi tak terduga terhadap telur goreng, setelah memprediksi tarif Donald Trump akan membuatnya tidak terjangkau. Kemudian, di Wall Street Journal, editornya Hyman Panic memecatnya karena prediksi tidak akurat, termasuk kenaikan pengangguran kecil dari kebijakan anti-imigrasi Trump—kini 100% untuk Startle sendiri. Cerita berpuncak dengan Nyonya Startle pergi ke penulis ramalan bintang New York Post, yang prediksinya lebih bisa diandalkan. Klavan menyimpulkan dengan mempertanyakan kepercayaan pada optimisme ekonomi Trump versus kesulitan pribadi, menyarankan mengandalkan ramalan bintang untuk kepastian. Monolog ini menekankan ketidakpastian dalam peramalan ekonomi, baik mendukung Republik Trump atau lawan-lawannya. Klavan, penulis bestseller seri misteri Cameron Winter—termasuk 'After That, The Dark' terbaru—menyatakan pandangan ini secara pribadi, tidak selalu mewakili The Daily Wire.