Trump sebut Carlson, Kelly, Owens, dan Jones sebagai orang gila

Presiden Donald Trump mengkritik mantan sekutunya Tucker Carlson, Megyn Kelly, Candace Owens, dan Alex Jones dalam unggahan panjang di Truth Social pada hari Kamis. Ia menyebut mereka sebagai 'orang gila dan pembuat onar' karena menentang keputusannya untuk meluncurkan Operation Epic Fury terhadap Iran. Trump menuduh mereka mendukung Iran memperoleh senjata nuklir karena 'IQ rendah' yang mereka miliki.

Pesan Trump yang hampir mencapai 500 kata tersebut menargetkan para podcaster itu atas serangan mereka baru-baru ini terhadap pemerintahannya. Ia menulis bahwa mereka percaya adalah 'hal yang luar biasa bagi Iran, Negara Sponsor Teror Nomor Satu, untuk memiliki Senjata Nuklir' dan melabeli mereka sebagai 'orang bodoh' yang pandangannya bertentangan dengan prinsip MAGA. Trump mengklaim kritik mereka berasal dari kegagalan pribadi, dengan mencatat bahwa mereka telah 'didepak dari televisi' dan mengandalkan 'podcast kelas tiga' untuk mencari perhatian.

Artikel Terkait

Sen. John Fetterman enthusiastically endorsing Operation Epic Fury at podium, with military strikes on Iran and portrait of Ayatollah Khamenei in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Fetterman backs Trump-backed Operation Epic Fury and mocks critics after reported deaths of Iranian leaders

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sen. John Fetterman (D-Pa.) praised President Donald Trump and Israel over Operation Epic Fury—described by the White House as a joint U.S. military campaign with partners against Iran—and said he was “baffled” by Democrats who opposed the strikes. The operation’s claimed toll, including the death of Iran’s supreme leader Ayatollah Ali Khamenei, has been widely reported, though detailed casualty breakdowns remain difficult to independently verify.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan ketidaksetujuan publik yang meluas terhadap perang Presiden Trump terhadap Iran, dengan oposisi yang signifikan bahkan di antara para pendukungnya. Konflik ini telah memicu keretakan dalam gerakan MAGA, mengadu domba kaum nasionalis dengan kaum elang. Tokoh-tokoh seperti Joe Kent telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes, sementara yang lainnya berseteru di depan umum.

Dilaporkan oleh AI

Para pendukung muda Presiden Donald Trump menyuarakan kekecewaan terkait perang yang sedang berlangsung di Iran dalam acara Conservative Political Action Conference di Grapevine, Texas, yang menunjukkan adanya perpecahan antargenerasi dalam basis Partai Republik. Satu bulan setelah serangan AS bersama Israel, para hadirin memperdebatkan intervensi militer sementara para konservatif yang lebih tua mendukung kampanye tersebut. Trump absen dalam acara ini untuk pertama kalinya dalam satu dekade di tengah ketegangan yang terjadi.

Presiden Donald Trump menyatakan di Truth Social bahwa AS hampir mencapai tujuannya dalam konflik dengan Iran dan sedang mempertimbangkan untuk menghentikan operasinya. Dia menyebutkan lima tujuan utama, termasuk menurunkan kemampuan rudal Iran dan melindungi sekutu-sekutu regional. Pengumuman ini muncul ketika perang memasuki minggu ketiga di tengah-tengah kenaikan harga minyak.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Pembawa acara Fox News Greg Gutfeld berpendapat dalam acara "The Five" bahwa sikap Presiden Donald Trump terhadap Iran mencerminkan pandangan Trump sendiri yang sudah lama ada daripada tekanan dari Israel, menunjuk pada pernyataan Trump dari tahun 1980-an yang menganjurkan pendekatan garis keras selama krisis penyanderaan Iran dan perang Iran-Irak.

Dalam kritik terbaru terhadap NATO di tengah perang AS-Iran—menyusul teguran sebelumnya terkait Selat Hormuz—Presiden Donald Trump menuduh sekutu gagal mendukung serangan AS terhadap Iran. Melalui media sosial, ia menulis 'NATO TIDAK ADA SAAT KAMI MEMBUTUHKAN MEREKA,' dan ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sembari mengancam akan menarik pasukan AS atau keluar dari aliansi tersebut, setelah gencatan senjata yang rapuh diumumkan pekan ini.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

President Donald Trump accused Representative Marjorie Taylor Greene of being a "jilted" traitor after she criticized his priorities as president in a 60 Minutes interview, arguing he focused too heavily on international issues over domestic concerns. Greene, a onetime staunch ally, has announced plans to resign from Congress in January, a move that will further narrow the Republican majority in the House.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak