Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan kampanye militer bersama terhadap Iran yang disebut “Operasi Epic Fury,” setelah Presiden Donald Trump mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas. Trump mengatakan operasi itu bertujuan untuk melemahkan pasukan rudal Iran, menyerang fasilitas terkait nuklir, dan membatasi kelompok militan yang didukung Iran, sementara pejabat AS dan sekutu memperingatkan situasi bisa meluas di wilayah tersebut.
Operasi “Epic Fury,” kampanye militer bersama AS-Israel terhadap Iran, digambarkan oleh The Daily Wire sedang berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas. 8894n### Tujuan yang dinyatakan dan klaim awal medan perang nDalam laporan Daily Wire, Trump mengatakan kampanye itu diluncurkan karena Iran “menolak mengakhiri” permusuhan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya dan tidak membongkar apa yang dia gambarkan sebagai program “rudal nuklir berbahaya.” Artikel yang sama mengatakan tujuan operasi termasuk melumpuhkan industri rudal Iran, menargetkan angkatan laut Iran, menyerang fasilitas nuklir Iran, dan membatasi kemampuan proksi yang didukung Iran untuk menyerang pasukan AS atau mengacaukan wilayah. n nDaily Wire juga mengatakan bahwa lebih dari 24 jam setelah operasi dimulai, respons rudal dan drone Iran tampak lebih kecil daripada serangan sebelumnya selama dua tahun terakhir, dan AS dan Israel telah mencapai “supremasi total langit” di atas Iran. n nMedia utama lainnya melaporkan dampak regional yang lebih luas. The Washington Post melaporkan operasi menargetkan ratusan situs dan mengatakan Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target AS dan Israel di seluruh wilayah, sambil mencatat Pentagon merilis detail terbatas dan penilaian korban sipil masih berkembang. n n### Terorisme dan aktivitas proksi nArtikel Daily Wire mengatakan Iran selama puluhan tahun melatih, membekali, dan mendanai proksi militan di Timur Tengah, dan kelompok tersebut telah menyerang orang Amerika dan mengancam pengiriman global. Ia juga merujuk klaim pemerintah AS bahwa Iran memberikan perlindungan kepada tokoh Al Qaeda setelah serangan 11 September 2001. n nArtikel itu juga mengutip upaya plot terhadap Trump dan mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Pihak berwenang AS sebelumnya mengatakan Iran di balik ancaman terhadap pejabat AS setelah pembunuhan komandan Quds Force Qassem Soleimani pada 2020, meskipun pejabat Iran berulang kali menyangkal mengarahkan upaya pembunuhan. n n### Pernyataan yang dikaitkan dengan Trump dan Netanyahu nDaily Wire melaporkan bahwa setelah apa yang digambarkannya sebagai konfirmasi formal kematian Khamenei, Trump menulis di Truth Social: “Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negaranya,” dan menggambarkan pembunuhan itu sebagai keadilan bagi orang Iran dan orang Amerika yang dirugikan oleh rezim. n nIa juga melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak orang Iran untuk bertindak, mengatakan: “Ini adalah kesempatan, lakukan sesuatu. Jangan duduk dengan tangan disilangkan,” dan menambahkan: “Kalian harus menyelesaikan pekerjaan ini dan harus menjatuhkan dan membasmi rezim ini.” n n### Klaim korban protes dan panggilan untuk defeksi nArtikel Daily Wire mengklaim bahwa “beberapa minggu lalu” pemerintah Iran membunuh “lebih dari 32.000” demonstran, dan mengatakan itu terjadi meskipun Trump mengeluarkan peringatan kepada Teheran untuk tidak membunuh demonstran. n nEstimasi korban publik untuk kerusuhan Iran baru-baru ini sangat bervariasi, dan verifikasi independen sulit di tengah pembatasan dan akses terbatas. Dalam satu perbandingan estimasi yang banyak dikutip, Forbes melaporkan bahwa Trump secara publik menggunakan angka sekitar 32.000 kematian tanpa memberikan sumber, sementara kelompok hak asasi manusia berbasis AS melaporkan jumlah terkonfirmasi yang lebih rendah dengan kematian tambahan sedang ditinjau, dan pemerintah Iran menerbitkan angka resmi yang jauh lebih kecil. n nDaily Wire juga mengatakan Trump menawarkan kekebalan bagi anggota pasukan keamanan Iran yang membelot dan menyerahkan senjata mereka, dan menyarankan transisi bisa datang dari koalisi faksi internal, termasuk pembelot dari polisi, tentara reguler, dan Korps Pengawal Revolusi Islam. n n### Rusia, China, dan posisi regional nMenurut Daily Wire, China dan Rusia mengutuk serangan tetapi belum memberikan dukungan langsung kepada Iran, dan menyatakan bahwa negara-negara mayoritas Muslim yang menampung pasukan AS mengutuk agresi Iran dan berpihak pada Washington. n nlaporan independen tentang respons diplomatik menggambarkan perpecahan tajam di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di seluruh wilayah, dengan seruan untuk de-eskalasi di samping klaim bersaing tentang legalitas dan tujuan kampanye.