Athletic Club celebrates hard-fought 0-0 Champions League draw against PSG at San Mamés Stadium.
Athletic Club celebrates hard-fought 0-0 Champions League draw against PSG at San Mamés Stadium.
Gambar dihasilkan oleh AI

Athletic Club imbang 0-0 dengan PSG di Liga Champions

Gambar dihasilkan oleh AI

Athletic Club meraih poin berharga dengan hasil imbang 0-0 melawan pemegang gelar Liga Champions Paris Saint-Germain di San Mamés. PSG mendominasi penguasaan bola tapi gagal mencetak gol, terhambat cedera pemain kunci. Hasil ini menempatkan PSG di peringkat ketiga klasemen, memastikan tempat di babak gugur.

Ikhtisar Pertandingan

Dalam pertandingan fase liga Liga Champions yang ketat pada 10 Desember 2025, Athletic Club menahan Paris Saint-Germain dengan skor 0-0 di Stadion San Mamés di Bilbao, Spanyol. Tim tuan rumah, yang dilatih Ernesto Valverde, meraih clean sheet dan poin krusial berkat penyelamatan tajam kiper Unai Simón yang membuat pengunjung frustrasi.

PSG, juara Eropa bertahan, menguasai bola hingga 62,4 %—tertinggi di kompetisi sebelum pertandingan—tapi kesulitan menembus pertahanan. Ini hanya kali ketiga musim ini mereka gagal mencetak gol. Cedera berperan besar, dengan pemenang Ballon d'Or Ousmane Dembele absen dan Desire Doue hanya bermain sebagai cadangan. Kapten Marquinhos diganti di babak pertama dan kondisinya belum pasti.

Momen Kunci

PSG menciptakan peluang lebih baik. Di babak pertama, tembakan jarak dekat Senny Mayulu diblokir Simón. Setelah istirahat, Bradley Barcola mengenai mistar, dan Simón menahan Warren Zaire-Emery serta Fabian Ruiz saat tekanan. Athletic Club mengancam lewat serangan balik, dipimpin Alejandro Berenguer dan Nico Williams, meski peluang setengah hati dari Martin Sancet dan Berenguer tak mengganggu kiper PSG Matvei Safonov.

Suasana panas membuat Athletic melakukan banyak pelanggaran untuk mengganggu irama PSG, dengan penonton menyemangati di akhir.

Reaksi Pasca-Pertandingan

Pelatih PSG Luis Enrique menyatakan kecewa tapi tetap yakin: "Pertandingan ini ketat, sangat sulit, terutama di babak pertama. Kami layak menang, kami bisa memenangkan pertandingan ini... Level tim normal untuk juara Eropa, dengan awal musim yang sangat tidak biasa ini, tanpa semua pemain kami. Saya yakin. Hasil ini memalukan, tapi grup tetap tenang."

Gelandang Vitinha menambahkan: "Kami selalu ingin menang. Dalam pertandingan seperti ini, kalau tidak cetak gol, jadi sulit. Kami punya terlalu banyak peluang. Kalau cetak gol, semuanya berubah."

Athletic Club akan menghadapi Atalanta dan Sporting, sementara PSG dengan enam poin dari lima laga sebelumnya butuh satu kemenangan lagi untuk amankan lolos. Hasil sebelumnya: menang 4-0 atas Atalanta, 2-1 di Barcelona, 7-2 di Leverkusen, kalah 1-2 dari Bayern, dan 5-3 atas Tottenham.

Apa yang dikatakan orang

Pengguna X memuji pertahanan tangguh Athletic Club dan penampilan gemilang Unai Simón yang menahan juara Liga Champions PSG 0-0 meski PSG unggul penguasaan bola dan tembakan. Beberapa kaget PSG gagal cetak gol, imbang tanpa gol UCL pertama dalam 10 tahun, sambil catat hasil ini bantu Athletic kejar posisi top-8.

Artikel Terkait

PSG players celebrating advancement to Champions League final after drawing with Bayern Munich
Gambar dihasilkan oleh AI

PSG advances to Champions League final after draw with Bayern

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Paris Saint-Germain secured a place in the Champions League final with a 1-1 draw at FC Bayern Munich. Ousmane Dembélé scored early while Harry Kane equalised only in stoppage time. PSG will face Arsenal in Budapest on May 30.

Paris Saint-Germain secured a place in the Champions League final on Wednesday night in Munich. The Parisians drew 1-1 with Bayern Munich in a tense match at the Allianz Arena. They will face Arsenal on May 30 in Budapest.

Dilaporkan oleh AI

Paris Saint-Germain edged Bayern Munich 5-4 in a thrilling UEFA Champions League semifinal first leg at Parc des Princes, producing nine goals—the most in any semi-final in competition history. PSG's midfield trio of Vitinha, Joao Neves, and Zaire-Emery overwhelmed Bayern, while suspended coach Vincent Kompany watched from the stands.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak