Seorang penulis telah meninggalkan menu mulai Linux tradisional demi Ulauncher, peluncur kabur yang menjanjikan akses aplikasi lebih cepat. Alat ini mempelajari kebiasaan pengguna untuk memungkinkan peluncuran dengan ketikan minimal, menjadikannya alternatif yang lebih efisien daripada mengklik melalui grid aplikasi.
Keputusan untuk meninggalkan menu mulai Linux berasal dari ketidakefisienannya, karena menavigasi grid aplikasi memakan waktu yang tidak perlu. Dalam artikel terbaru, penulis menggambarkan pergantian ke Ulauncher, menyoroti kemampuan pencarian 'kabur'-nya yang mengutamakan kecepatan dan personalisasi. Ulauncher menonjol dengan menyesuaikan diri pada pola penggunaan individu, memungkinkan pengguna membuka aplikasi dengan cepat tanpa penelusuran menu yang ekstensif. Penulis mencatat bahwa perubahan ini telah menyederhanakan alur kerja mereka pada sistem Linux, mengubah tugas rutin menjadi pengalaman yang mulus. Diterbitkan pada 24 Januari 2026, artikel tersebut menekankan manfaat praktis bagi penggemar Linux yang mencari peningkatan produktivitas. Meskipun antarmuka tradisional tetap menjadi standar, alat seperti Ulauncher menawarkan pilihan menarik bagi mereka yang frustrasi dengan metode yang lebih lambat.