Kabupaten Bandung Barat mengalami longsor dan banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Bupati Jeje Ritchie Ismail memerintahkan percepatan penanganan bencana, sementara BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak akhir pekan ini menyebabkan longsor dan banjir di berbagai kecamatan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, bencana melanda Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, di mana luapan Sungai Cibitung merusak sawah dan tempat wisata, serta memblokir akses jalan. Longsor juga terjadi di Desa Kidang Pananjung, Nangerang, dan Cililin, mengancam rumah warga. Di Kecamatan Lembang, satu rumah di Desa Mekarwangi rusak akibat longsor, sementara tiga rumah di Desa Jayagiri terdampak runtuhnya tembok penahan tanah. Kecamatan Parongpong mencatat tiga rumah rusak di Desa Karyawangi, dan di Kecamatan Sindangkerta, longsor memengaruhi tiga rumah di Desa Cikadu, lima di Desa Rancasenggang, serta mengancam 43 rumah di Desa Buninagara, termasuk jalan, jembatan, dan sekolah MA Darusyifa. Di Kecamatan Batujajar, angin kencang merusak atap satu rumah di Desa Selacau, sementara banjir di Kecamatan Gununghalu masih didata.
Bupati Jeje Ritchie Ismail menginstruksikan organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan. "Saya sudah perintahkan BPBD, PUPR dan lainnya untuk selalu siaga dan bergerak cepat. Terutama pemberian bantuan dan penanganan," katanya. Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor, dan bantuan mulai disalurkan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghubungi Jeje untuk memastikan percepatan solusi dan keselamatan masyarakat. "Pa Gubernur sempat menghubungi saya, intinya meminta untuk mempercepat solusi dan memastikan masyarakat harus aman," ujar Jeje. Tidak ada korban jiwa, meski kerusakan mencakup jalan amblas dan rumah rusak ringan hingga berat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memperingatkan peningkatan curah hujan di Bandung Raya, termasuk KBB yang rawan bencana hidrometeorologis. "Sehubungan dengan potensi peningkatan intensitas hujan kepada masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis," kata Kepala Stasiun BMKG Bandung Teguh Rahayu. Hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang, menyebabkan genangan, banjir, longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah berbukit. Prediksi cuaca sepekan ke depan: cerah berawan hingga berawan dengan hujan ringan hingga lebat siang hingga malam. Musim hujan di Jawa Barat memasuki puncak November 2025 hingga Maret 2026, didukung kelembapan tinggi 50-90 persen dan anomali suhu laut hangat. Masyarakat diimbau membersihkan sungai, berlindung di ruangan saat cuaca buruk, dan waspada hingga Januari.