Pemain Barcelona menyatakan kekaguman terhadap Julian Alvarez dari Atletico

Pau Cubarsí dan Ronald Araujo dari Barcelona telah memuji secara terbuka penyerang Atletico Madrid Julian Alvarez, memicu spekulasi tentang transfer potensial ke klub tersebut. Laporan menunjukkan Alvarez mungkin bergabung dengan Barcelona setelah Piala Dunia FIFA 2026, saat tim merencanakan kehidupan tanpa Robert Lewandowski. Presiden Atletico tetap yakin mempertahankan penyerang Argentina itu, yang kontraknya hingga 2030.

Minat Barcelona terhadap Julian Alvarez dari Atletico Madrid semakin meningkat berkat dukungan dari pemain klub sendiri. Bek tengah Pau Cubarsí menyebut Alvarez sebagai 'salah satu penyerang terbaik di dunia' dan 'level Barça', mencatat kehadirannya yang menantang dalam pertandingan. Cubarsí menyoroti kualitas Alvarez sambil mengakui kontribusi penyerang saat ini Robert Lewandowski dan Ferran Torres. Puji syukur ini mengikuti sentimen serupa dari rekan setim Ronald Araujo, yang menyebut Alvarez 'pemain hebat' dan 'salah satu penyerang terbaik di dunia'. Araujo menambahkan, 'Yang terbaik harus berada di klub terbaik, yaitu kami,' meskipun menyerahkan keputusan kepada manajemen klub. nSpekulasi semakin memanas setelah penampilan Alvarez dalam kemenangan 4-0 Atletico pada leg pertama semifinal Copa del Rey melawan Barcelona minggu lalu, di mana ia mencetak gol dan memberikan assist. Alvarez telah mencetak tujuh gol dalam 24 penampilan La Liga musim ini, penurunan dari 29 gol dalam 57 pertandingan musim lalu. Ia bergabung dengan Atletico dari Manchester City pada 2024 dengan biaya hingga €95 juta dan kontrak hingga 2030. nJurnalis Argentina Hugo Balassone melaporkan di Radio La Red bahwa Alvarez memutuskan meninggalkan Atletico di akhir musim ini, dengan Barcelona sebagai tujuan pilihan setelah Piala Dunia 2026. Balassone menyatakan, 'Informasi saya adalah bahwa Julián Alvarez akan bermain untuk Barcelona... setelah Piala Dunia ia akan bermain untuk salah satu tim terbaik di dunia.' Ia menekankan keinginan Alvarez untuk tim penantang gelar. nPresiden Atletico Enrique Cerezo menepis rumor tersebut, mengatakan Alvarez bahagia di Madrid dan spekulasi seperti itu merugikan semua pihak. Pengejaran Barcelona mungkin bergantung pada pemilu presiden 15 Maret dan kendala keuangan, yang mungkin memerlukan penjualan seperti Araujo untuk mendanai transfer. Sementara itu, Cubarsí menyatakan optimisme untuk membalikkan defisit Copa, menegaskan keyakinan pada comeback dengan dukungan penggemar.

Artikel Terkait

Atlético Madrid players celebrate 2-0 win over Barcelona at Camp Nou in Champions League quarterfinal, with red card incident and frustrated coach.
Gambar dihasilkan oleh AI

Atlético beats Barcelona 2-0 in Champions quarterfinal first leg

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Atlético de Madrid defeated FC Barcelona 2-0 at Camp Nou in the first leg of the 2025-2026 Champions League quarterfinals. Julián Álvarez scored from a free kick after Pau Cubarsí's expulsion, and Alexander Sorloth sealed the win. Barcelona coach Hansi Flick heavily criticized the refereeing for not awarding a penalty to his team.

Barcelona have moved closer to signing Julian Alvarez from Atletico Madrid after a meeting between the player's agent and club officials.

Dilaporkan oleh AI

Atletico Madrid hit back at Barcelona on social media after the Catalan club submitted a €100 million bid for striker Julian Alvarez.

Atlético de Madrid qualified for the Champions League semifinals by holding their 2-0 first-leg lead against FC Barcelona in a tense return leg at the Metropolitano that ended 1-2. Lookman's goal leveled the tie after early strikes from Lamine Yamal and Ferran Torres, and Eric García's red card sealed Barça's defeat. The rojiblancos await opponents like Arsenal or Sporting Lisbon.

Dilaporkan oleh AI

Barcelona president Joan Laporta has condemned the refereeing in his club's Champions League defeat to Atletico Madrid as a 'disgrace' and 'intolerable'. The club plans to file another complaint with UEFA after their initial protest was rejected. Laporta highlighted several disputed decisions across both legs of the tie.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak