Brasil menawarkan kabin gratis di kapal pesiar bagi delegasi negara berpendapatan rendah untuk menghadiri COP30 di Belem. Langkah ini diambil karena lonjakan harga akomodasi yang membuat banyak negara kesulitan hadir. Pertemuan iklim PBB ini dijadwalkan berlangsung pada 10–21 November 2025.
Lusinan negara belum mengamankan akomodasi untuk delegasi mereka menjelang Pertemuan Perubahan Iklim PBB (COP30) di Brasil pekan depan. Menurut laporan, sekitar 50 delegasi diperkirakan akan berkumpul di Kota Belem, di mana hampir semua pemerintah dunia akan menegosiasikan rencana dan aksi iklim pada 10–21 November 2025. Namun, masalah logistik seperti tarif akomodasi yang melonjak tajam hingga beberapa ratus dolar AS menjadi hambatan utama, mengingat Belem biasanya hanya memiliki 18 ribu kasur penginapan.
Hingga 31 Oktober 2025, sebanyak 149 negara telah mengonfirmasi ketersediaan akomodasi, sementara 37 negara masih dalam tahap negosiasi. Pemerintah Brasil berjanji memastikan suara negara-negara termiskin dan paling rentan terhadap perubahan iklim terdengar di COP30. Lonjakan biaya ini mendorong PBB menggelar rapat mendadak untuk merespons peringatan dari negara-negara Afrika dan kepulauan kecil, meskipun PBB dan Brasil telah mensubsidi biaya hotel.
Pada Ahad (2/11/2025), kantor berita Reuters melaporkan bahwa Brasil menawarkan tiga kabin gratis di kapal pesiar yang berlabuh di Belem untuk delegasi negara berpendapatan rendah. Tawaran ini diketahui dari surat Kantor PBB untuk Koordinasi Kerja Perubahan Iklim (UNFCCC), yang menyebutkan kabin-kabin itu dibiayai oleh “pendonor swasta” dan Bank Pembangunan Amerika Latin dan Karibia, serta dikoordinasikan bersama pemerintah Brasil dalam kerja sama dengan Program Pembangunan PBB (UNDP).
“Kabin-kabin ini akan ditawarkan secara gratis kepada delegasi Anda,” demikian isi surat elektronik itu.
Surat tersebut menambahkan bahwa kabin-kabin ini merupakan tambahan dari pemesanan yang sudah ada. Pekan lalu, Presiden COP30 Andre Correa do Lago menyatakan bahwa kabin gratis akan diberikan kepada negara-negara Afrika, negara kepulauan kecil, dan negara-negara terbelakang, dengan total sekitar 96 negara berdasarkan perhitungan Reuters.
“Dengan ini, kami akan mendapatkan dukungan yang signifikan agar semua negara berkembang dapat hadir di COP,” kata Correa do Lago.
Sementara itu, beberapa negara Eropa yang lebih kaya mengindikasikan kemungkinan melewatkan perundingan iklim tahun ini karena harga akomodasi melebihi 500 dolar AS per orang per malam.