Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah mencatatkan hak cipta atas 37 karya cipta milik Balai Bahasa provinsi tersebut sepanjang 2025. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi untuk melindungi kekayaan intelektual. Kepala kanwil menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi karya budaya daerah.
Palu, Sulawesi Tengah – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mencatatkan kekayaan intelektual (KI) berupa hak cipta atas 37 karya cipta milik Balai Bahasa provinsi itu sepanjang tahun 2025.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan hal ini dalam keterangannya di Palu pada Minggu (9/11/2025). Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil sinergi dan kolaborasi lintas instansi yang produktif dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kekayaan intelektual.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa perlindungan kekayaan intelektual tidak bisa berdiri sendiri. Ketika lembaga pendidikan dan pemerintah bersatu, hasil karya masyarakat akan lebih aman dan bernilai ekonomi,” katanya.
Karya-karya yang didaftarkan mencakup berbagai bidang, mulai dari karya sastra, penelitian kebahasaan, hingga karya edukatif yang mendukung pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tengah. Rakhmat Renaldy menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah atas kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran perlindungan karya agar tidak rentan terhadap pelanggaran atau pembajakan.
Sebagai bentuk penghargaan, Kemenkum Sulteng menyerahkan sertifikat Cipta Karya kepada Balai Bahasa pada acara Festival Tunas Bahasa Ibu. Kantor wilayah ini terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang nilai tinggi kekayaan intelektual sebagai aset pembangunan daerah.
Ke depan, Kemenkum Sulteng akan memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga akademik, komunitas seni, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran hukum atas hak cipta.
“Setiap karya adalah warisan intelektual yang harus dijaga. Dengan perlindungan hukum, karya tersebut akan hidup lebih lama dan membawa manfaat bagi penciptanya,” tambah Rakhmat Renaldy.