Kolektif Asia-Amerika, CFGNY, merayakan hari jadinya yang ke-10 pada Jumat malam dengan peragaan busana di ruang seni Amant, Brooklyn. Acara tersebut menampilkan 35 peserta yang mengenakan pakaian dari bahan yang diperoleh di Vietnam dan dirakit oleh para penjahit di Kota Ho Chi Minh.
Didirikan pada tahun 2016 oleh seniman Daniel Chew, Ten Izu, dan Tin Nguyen, CFGNY mengeksplorasi gagasan ambigu tentang identitas Asia melalui seni dan fesyen. Pertunjukan yang bertajuk CFG-20260717 ini mengambil inspirasi dari sejarah teknologi video dan pengenalan perekam Portapak ke kancah seni New York.
Lebih dari 400 tamu menghadiri presentasi tersebut, yang dibuka dengan kuliah mengenai sejarah teknologi video oleh kurator Angelique Rosales Salgado. Para model membawa kamera yang memproyeksikan gambar langsung ke monitor LED sambil mengenakan pakaian dekonstruktif, termasuk gaun bump yang dihiasi dengan boneka mainan.
Tin Nguyen mengatakan di belakang panggung bahwa kelompok tersebut telah menghindari norma industri selama satu dekade terakhir. "Kami benar-benar telah melangkah maju dalam cara kami meyakini bagaimana segala sesuatu harus dibuat, ditangani, atau didelegasikan," ujar Nguyen. Aktor Ken Leung dan editor Blake Abbie juga turut berpartisipasi, mencatat berkembangnya ruang untuk eksperimen di antara para kreatif Asia-Amerika.
Karya CFGNY saat ini sedang dipamerkan di Whitney Biennial dan di Costume Institute milik The Met.