Peragaan busana kelulusan tingkat Master di La Cambre Modes, Brussel, menampilkan karya dari 10 mahasiswa tahun pertama dan kedua. Digelar untuk merayakan hari jadi fakultas yang ke-40, acara tersebut menghadirkan juri dari kalangan alumni ternama, termasuk direktur kreatif dari Chanel, Saint Laurent, dan Rabanne.
Kelompok kecil mahasiswa tersebut menyajikan koleksi yang menekankan teknik eksperimental dan konsep yang diambil dari luar dunia mode. Beberapa perancang memotong material menjadi potongan-potongan dengan tepi mentah atau memasukkan elemen arsitektur dan furnitur.
Gaspard Lasne menciptakan figur manusia kursi yang dianyam ke dalam bingkai tempat duduk kafe berbahan kayu. Marie Scerri melapis motif kertas dinding bunga yang kontras dengan motif hewan yang tampak bergerak saat model berjalan. Lalou Weyrich merujuk pada buku pop-up dalam siluet awet muda yang menampilkan mantel tweed dan rok plissé.
Theodora Hadj Moussa Lauble beralih ke bentuk mantel dan jaket yang lebih bisa dipakai sehari-hari namun tetap mempertahankan bilah-bilah kain yang halus. Manon Schied mengambil inspirasi dari puisi Zoe Leonard untuk mengeksplorasi gaya pakaian lesbian dari tahun 1930-an hingga 1970-an dan menyertakan slogan teks 3-D pada kemeja. Ia langsung menerima tawaran pekerjaan dari Ester Manas sesaat setelah peragaan berakhir.