Chronoswiss meluncurkan jam tangan lompat jam Delphis Art Deco

Pembuat jam tangan asal Swiss, Chronoswiss, telah memperkenalkan Delphis Art Deco, sebuah edisi terbatas yang terinspirasi oleh gerakan Art Deco tahun 1920-an. Seri yang diproduksi sebanyak 150 unit ini menampilkan casing titanium 42mm dan tata letak dial yang khas dengan fitur lompat jam (jumping hour) dan menit retrograd. Dijual seharga CHF 14.500, jam tangan ini mengadopsi desain geometris sebagai interpretasi modern dari estetika era Roaring Twenties.

Chronoswiss meluncurkan Delphis Art Deco di kantor pusatnya di Lucerne, memadukan tampilan lompat jam khasnya dengan pengaruh Art Deco dari satu abad yang lalu. Jam tangan ini berpusat pada jarum menit retrograd yang menyapu dial dan kembali ke posisi semula setiap jam, dipadukan dengan lompat jam pada posisi pukul 12 dan detik kecil pada posisi pukul 6 di atas lapisan pernis biru muda pada dasar yang diukir dengan tangan (hand-guilloché). Dial berlapis nikel yang dietsa laser dalam nuansa abu-abu menciptakan efek tiga dimensi, dipertegas oleh tipografi putih dan elemen berlapis emas untuk kontras. Pihak Chronoswiss menggambarkannya sebagai Art Deco 2.0, yang cocok untuk era Roaring Twenties saat ini dengan geometri, simetri, dan kontras halus yang diperbarui untuk selera kontemporer. Casing titanium Grade 5 berukuran 42mm kali 14,4mm ini menawarkan rasa ringan dengan sentuhan akhir abu-abu matte dan ketahanan air hingga 100 meter. Di dalamnya berdetak Caliber C.6004 in-house, sebuah penggerak otomatis yang dikembangkan bersama La Joux-Perret, yang memberikan cadangan daya selama 55 jam dan dapat dilihat melalui penutup belakang safir dengan sentuhan akhir yang halus. Jam tangan ini dilengkapi dengan tali nubuck hitam, dengan opsi tali kulit aligator warna perunggu fumé yang tersedia. Chronoswiss menetapkan harga CHF 14.500, €15.900, US$17.500, atau £15.300, memposisikannya sebagai karya arketipe yang melengkapi koleksi regulator, mahkota jam berukuran besar, dan desain mendetail khas merek tersebut.

Artikel Terkait

Swiss watchmaker Chronoswiss has launched the Neo Digiteur Chronos, a 33-piece limited edition jump-hour timepiece with a hand-engraved 5N gold case. The rectangular watch revives a design from over 20 years ago, featuring intricate engravings of the Greek god Chronos. Production involves weeks of manual work per case.

Dilaporkan oleh AI

Desder, a new watch brand from Modena, Italy, has unveiled the D001, a limited-edition timepiece featuring a triple-axis tourbillon. Founded by designer Mo Coppoletta and watchmaker Luca Soprana, the watch draws inspiration from 1920s teardrop shapes and classic Italian sports cars. Only six unique pieces will be produced.

Patek Philippe has launched three new references of its iconic Nautilus watch to mark the model's 50th anniversary. The collection includes platinum and white gold models powered by an ultra-thin caliber 240 movement. A new desk clock in the Nautilus shape completes the celebration.

Dilaporkan oleh AI

Parmigiani Fleurier has launched the Tonda PF Chronographe Mystérieux, a new chronograph watch featuring innovative invisible mechanics. The 40mm stainless steel timepiece hides its chronograph functions behind a simple three-hand dial until activated. Priced at CHF 36,900, it showcases the brand's signature subtle complexity.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak