Angkatan Laut Kolombia menghancurkan puluhan laboratorium perdagangan narkoba dan menyita lebih dari dua ton kokain di wilayah Pasifik selatan. Operasi tersebut juga berujung pada penyitaan ribuan galon bahan bakar selundupan dan penangkapan sejumlah tersangka. Para pejabat menyatakan tindakan tersebut berhasil mencegah narkoba mencapai pasar internasional.
Dalam operasi di sepanjang pesisir Pasifik selatan Kolombia, angkatan laut membongkar puluhan laboratorium narkoba dan menyita lebih dari 4.000 pon kokain yang dikemas dalam unit berukuran dua pon. Angkatan laut melaporkan penyitaan lebih dari 3.700 galon bahan bakar selundupan, yang menurut mereka berhasil menghambat pertumbuhan ekonomi ilegal di wilayah tersebut. Tiga anggota kru ditangkap selama penyitaan kokain, termasuk dua orang dari Ekuador dan satu orang yang kewarganegaraannya tidak disebutkan. Empat orang ditahan sehubungan dengan pencegatan bahan bakar tersebut. Angkatan laut membagikan gambar laboratorium, narkoba, dan bahan bakar tersebut di platform media sosial X, menekankan komitmennya terhadap kontrol maritim demi keamanan dan stabilitas nasional. Unggahan terpisah mencatat penyitaan lebih dari 90 pon ganja di kota Cartagena, bagian utara negara itu. Kolombia, produsen kokain terbesar di dunia, mengalami hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat terkait meningkatnya tingkat produksi, termasuk sanksi AS terhadap Presiden Gustavo Petro. Operasi terbaru meliputi pengejaran pada bulan Februari yang menghasilkan 240 pon dari kapal cepat, penggerebekan pada bulan Januari dengan hasil lebih dari dua ton di Pasifik Selatan, serta penyitaan rekor 14 ton pada bulan November di sebuah pelabuhan utama Pasifik.