Anggota DPR Bennie Thompson, seorang Demokrat dari Mississippi, mengatakan bahwa ia akan “melewatkan” Trump Accounts—program investasi baru untuk anak-anak yang dikelola Departemen Keuangan—dengan alasan bahwa nama Donald Trump pada suatu produk merupakan alasan untuk bersikap waspada.
Anggota DPR Bennie Thompson (D-Miss.) mengatakan pada hari Senin bahwa ia tidak akan menggunakan program federal baru “Trump Accounts” untuk anak-anak, dan mengaitkan keberatannya dengan citra bisnis masa lalu Presiden Donald Trump.
“Bisa dibilang, saya akan melewatkan akun Trump,” ujar Thompson dalam unggahan media sosial. “Trump University sudah mengajarkan kita apa yang terjadi ketika namanya ada di brosur. Apakah penyelesaian hukum sebesar $25 juta terdengar familier?” (dailywire.com)
Unggahan Thompson merujuk pada Trump University, sebuah usaha seminar real estat berorientasi laba yang terkait dengan Trump yang dimulai pada tahun 2005 dan kemudian ditutup; Trump menyetujui penyelesaian sebesar $25 juta dalam litigasi terkait program tersebut. (dailywire.com)
Program “Trump Accounts” diluncurkan secara nasional pada 4 Juli 2026, menurut Departemen Keuangan, dan dirancang sebagai platform tabungan dan investasi jangka panjang untuk anak-anak di Amerika Serikat. (home.treasury.gov)
Berdasarkan pedoman federal dan materi administrasi, akun dapat dibuat untuk warga negara AS di bawah usia 18 tahun, dan anak-anak yang lahir antara 1 Januari 2025 dan 31 Desember 2028 dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan kontribusi awal federal sebesar $1.000 sekali bayar jika persyaratan kelayakan terpenuhi, termasuk kewarganegaraan AS dan nomor Jaminan Sosial (Social Security number). (irs.gov)
Batas kontribusi yang dijelaskan oleh Departemen Keuangan dan panduan keuangan umum berbeda dari angka tahunan $7.500 yang dikutip dalam beberapa komentar: orang tua dan individu lain umumnya digambarkan dapat menyumbang hingga $5.000 per tahun, sementara pemberi kerja dapat menyumbang hingga $2.500 per tahun, dengan kontribusi pemberi kerja dihitung ke dalam batas tahunan keseluruhan. (presidency.ucsb.edu)
Gedung Putih, dalam pernyataan yang dikutip oleh The Daily Wire, mengkritik komentar Thompson dengan mengatakan: “Menyuruh konstituen Anda untuk melewatkan kesempatan membangun kekayaan karena Anda membenci Presiden Trump adalah langkah yang sangat tidak waras — namun tidak mengejutkan — dari Anda.” (dailywire.com)
The Daily Wire melaporkan bahwa Thompson tidak menanggapi permintaan komentar tambahan. (dailywire.com)
Menteri Keuangan Scott Bessent berpendapat bahwa akun-akun tersebut juga dapat meningkatkan literasi keuangan dengan membiarkan keluarga melihat perubahan investasi dari waktu ke waktu dan menghubungkan perubahan tersebut dengan kekuatan pasar dunia nyata. Dalam pernyataan sebelumnya kepada Komisi Literasi dan Pendidikan Keuangan, Bessent mengatakan bahwa melihat aset tumbuh dapat membantu menanamkan kebiasaan jangka panjang dan dapat mendukung tujuan seperti pendidikan dan kepemilikan rumah. (home.treasury.gov)