Departemen Energi menghapus sumber daya konservasi dari situs web

Departemen Energi telah menghapus lebih dari 1.600 halaman dari bagian Penghemat Energi (Energy Saver), yang menghilangkan saran praktis mengenai cara mengurangi penggunaan energi rumah tangga. Perubahan tersebut terjadi pada 3 Juli di tengah gelombang panas yang melanda sebagian wilayah negara itu.

Sumber daya yang memandu pengguna dalam mendeteksi kebocoran udara, meningkatkan isolasi, dan mengganti bola lampu yang tidak efisien kini mengarah pada galat halaman tidak ditemukan (page-not-found errors). Situs tersebut sebelumnya mengarahkan pengunjung ke penilaian energi profesional untuk menurunkan biaya utilitas dan emisi.

Penghapusan tersebut menyusul pengumuman pada 2 Juli dari departemen yang mengusulkan aturan yang akan mempersulit standar efisiensi energi di masa depan untuk peralatan rumah tangga. Para pejabat menggambarkan upaya tersebut sebagai pengakhiran mandat tertentu.

Izzy Pacenza dari Environmental Data and Governance Initiative mencatat skala perubahan tersebut, menyatakan bahwa seluruh domain pada dasarnya telah menghilang. Andrew deLaski dari Appliance Standards Awareness Project mengonfirmasi bahwa informasi mengenai Program Standar Peralatan dan Perlengkapan itu sendiri masih tersedia.

Departemen tersebut belum memberikan komentar mengenai alasan spesifik penghapusan tersebut. Pola penghapusan konten serupa telah terjadi pada situs-situs terkait iklim federal lainnya dalam tahun-tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

A photorealistic illustration of a family benefiting from lower cooling costs due to policy changes on refrigerants, featuring an air conditioner in a home setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Trump administration moves to loosen Biden-era refrigerant requirements, citing consumer cost savings

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

President Donald Trump’s administration said Thursday it is extending compliance deadlines tied to Biden-era restrictions on hydrofluorocarbons (HFCs), refrigerants used in cooling equipment, arguing the change will lower costs for businesses and consumers.

Some Democratic leaders on the East Coast are moving to scale back energy-efficiency initiatives as electricity costs climb. The shift comes as politicians seek quick relief for constituents facing higher utility bills.

Dilaporkan oleh AI

Former staff from the National Oceanic and Atmospheric Administration have created Climate.us to continue sharing climate research after federal websites were shut down.

The Pentagon has halted permitting for at least 155 onshore wind projects across 24 states for nearly a year, citing risks from drones interfering with military radar. Developers report $2 billion in added costs and missed deadlines for federal tax credits.

Dilaporkan oleh AI

After the Green New Deal Network folded at the end of 2025, climate organizers have turned their attention to blocking new data centers across the United States. The shift has drawn in a broader coalition concerned about energy use, water consumption, and rising electricity costs.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak