Peretas ransomware sering kali menurunkan permintaan tebusan mereka sebagai strategi negosiasi.
Para pakar menyoroti bahwa pelaku ransomware sering memberikan diskon hingga 96 persen dari permintaan tebusan awal mereka. Pendekatan ini digambarkan sebagai taktik penjualan yang disengaja untuk mendorong korban agar melakukan pembayaran.