Pengguna ponsel cerdas abaikan risiko keamanan karena ketergantungan pada alat gratis

Banyak pemilik ponsel cerdas mengabaikan perlindungan dasar meskipun setiap hari bergantung pada perangkat mereka.

Pengguna sering kali memercayai alat keamanan gratis sambil menghindari opsi antivirus berbayar, menurut pengamatan terbaru terhadap kebiasaan penggunaan perangkat seluler. Pergeseran ini membuat perangkat lebih rentan terhadap potensi ancaman seiring berjalannya waktu. Para ahli mencatat tren ini melemahkan keamanan seluler secara keseluruhan karena solusi berbayar mengalami penurunan adopsi.

Artikel Terkait

IT expert Supangat warns of Lebaran digital scams via WhatsApp and SMS in a press conference illustration.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pakar IT ingatkan waspada penipuan digital jelang Lebaran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pakar teknologi informasi dari Untag Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp dan SMS. Aktivitas transaksi digital yang meningkat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Pendiri Vida, Niki Santo Luhur, menyebut dua modus utama: phishing dan malware yang marak di Indonesia.

Para peneliti keamanan telah menandai adanya risiko baru bagi pengguna aplikasi Phone Link milik Microsoft. Pelaku ancaman yang tidak teridentifikasi menggunakan alat tersebut untuk mencuri pesan SMS dan kata sandi sekali pakai.

Dilaporkan oleh AI

Laporan penelitian baru Google menunjukkan bahwa lanskap ancaman keamanan cloud sedang berkembang pesat. Peretas semakin menargetkan pihak ketiga dan kerentanan perangkat lunak untuk menembus sistem. Laporan tersebut juga mencatat penurunan kesalahan konfigurasi cloud.

Sebuah artikel WIRED merekomendasikan untuk mengubah papan tik bawaan pada perangkat Android dan iOS guna meningkatkan pengalaman menggunakan ponsel pintar. Papan tik sering muncul untuk memasukkan teks, angka, GIF, emoji, dan dikte suara. Komponen ini digambarkan sebagai bagian penting dari penggunaan ponsel pintar.

Dilaporkan oleh AI

Journalists reported mysterious phishing attempts by unknowns a few weeks ago. The Dutch secret service now holds Russia responsible for attacks on the messaging apps WhatsApp and Signal. The report explains how the attacks work and how users can protect themselves.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak