Google menolak hampir dua juta aplikasi Android pada 2025

Google menolak hampir dua juta aplikasi Android dan memblokir lebih dari 80.000 akun pengembang dari Google Play Store pada 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada penurunan, angka-angka tersebut tetap menjadi kekhawatiran besar bagi keamanan aplikasi.

Pada 2025, Google mengambil langkah-langkah besar untuk menjaga integritas Google Play Store dengan menolak hampir dua juta aplikasi Android. Selain itu, perusahaan memblokir lebih dari 80.000 akun pengembang dari mengakses platform tersebut. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memerangi aplikasi berbahaya atau tidak sesuai.  Angka-angka yang dilaporkan menunjukkan penurunan dari volume tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan kemajuan dalam strategi penegakan Google. Namun, skala penolakan dan pemblokiran terus menyoroti tantangan yang persisten dalam ekosistem Android, di mana kualitas dan keamanan aplikasi sangat penting.  Kebijakan Google bertujuan melindungi pengguna dari ancaman potensial, memastikan hanya aplikasi terverifikasi dan aman yang sampai ke toko. Data 2025, seperti yang dirinci dalam laporan terbaru, menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap standar ini, meskipun angka absolut memunculkan pertanyaan tentang komunitas pengembang yang lebih luas.  Perkembangan ini mencerminkan lanskap yang berkembang dalam distribusi aplikasi seluler, di mana proses penelitian ketat sangat penting untuk kepercayaan pengguna.

Artikel Terkait

Android smartphone screen illustrating Google's 24-hour sideloading process for unverified apps, featuring security warnings and timer.
Gambar dihasilkan oleh AI

Google details 24-hour sideloading process for unverified Android apps

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Google has detailed a new multi-step process, including a 24-hour wait, for Android power users to sideload apps from unverified developers under its upcoming Developer Verification program. This security measure combats malware ahead of restrictions starting September 2026 in select countries.

Google is introducing a developer verification program for Android apps starting September 2026 in select regions, requiring developers to register personal details regardless of app source. The measure aims to enhance security by increasing accountability, but critics argue it threatens open source projects and user choice. An open letter opposing the program has garnered support from numerous organizations.

Dilaporkan oleh AI

More than 40 organizations, including Proton, Tor, and AdGuard, have called on Google to abandon a new verification policy for Android developers. They describe it as an 'alien security model' that threatens anonymity and the privacy ecosystem. The appeal highlights concerns over reduced developer privacy in app distribution.

Google has reached a preliminary $135 million settlement in a class action lawsuit accusing it of illegally collecting data from Android users. The case claims the company harvested cellular data without consent since late 2017. Affected users could receive up to $100 each if the deal is approved.

Dilaporkan oleh AI

Criminals have distributed fake AI extensions in the Google Chrome Web Store to target more than 300,000 users. These tools aim to steal emails, personal data, and other information. The issue highlights ongoing efforts to push surveillance software through legitimate channels.

Users experiencing spam and filtering issues in Gmail are not alone, as Google is deploying a solution to restore normal operations. The company acknowledges the widespread disruptions affecting its email service.

Dilaporkan oleh AI

Apple has halted payment processing for its App Store and other media services in Russia as of April 1, 2026. The move closes a loophole that allowed users to buy VPN apps amid a government crackdown on online speech. Existing subscriptions and purchases remain accessible.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak