Ekstensi AI Chrome palsu menargetkan lebih dari 300.000 pengguna

Para penjahat telah mendistribusikan ekstensi AI palsu di Google Chrome Web Store untuk menargetkan lebih dari 300.000 pengguna. Alat-alat ini bertujuan mencuri email, data pribadi, dan informasi lainnya. Masalah ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk mendorong perangkat lunak pengawasan melalui saluran resmi.

Ekstensi AI Chrome palsu telah memengaruhi lebih dari 300.000 pengguna dengan mencoba memanen informasi sensitif seperti email dan data pribadi. Menurut laporan, para penjahat mengeksploitasi Google Chrome Web Store untuk mendistribusikan alat pengawasan ini yang disamarkan sebagai fitur AI sah. Perkembangan ini menggarisbawahi kerentanan dalam ekosistem ekstensi browser, di mana pelaku jahat dapat mencampur perangkat lunak berbahaya dengan bantuan produktivitas sehari-hari. Ekstensi tersebut dirancang untuk mengumpulkan data secara sembunyi-sembunyi, menimbulkan risiko bagi privasi dan keamanan pengguna. Detail muncul dalam artikel TechRadar yang diterbitkan pada 13 Februari 2026, yang menguraikan skala penargetan dan metode yang terlibat. Tidak ada jadwal waktu spesifik untuk dimulainya kampanye, tetapi fokus tetap pada Web Store sebagai titik distribusi. Pengguna disarankan untuk meninjau dan menghapus ekstensi mencurigakan, meskipun implikasi yang lebih luas untuk keamanan platform tidak dirinci dalam informasi yang tersedia.

Artikel Terkait

Illustration of a hacker exploiting Meta's AI chatbot to hijack Instagram accounts by changing email addresses and bypassing security.
Gambar dihasilkan oleh AI

Meta patches ai chatbot flaw used to hijack instagram accounts

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Hackers exploited Meta's AI support chatbot to take over Instagram accounts by tricking it into changing associated email addresses. The vulnerability allowed password resets without two-factor authentication after matching locations via VPN. Meta resolved the issue with an emergency patch on May 29.

Cybersecurity researchers have identified a fraudulent website mimicking the popular AI tool Claude that delivers backdoor malware to visitors. The discovery highlights how cybercriminals are capitalizing on growing interest in artificial intelligence platforms.

Dilaporkan oleh AI

Google has been quietly installing a 4GB AI model called Gemini Nano onto some Chrome browsers without notifying users. Computer scientist Alexander Hanff raised the issue after discovering the file on his devices. The company says the model supports on-device features like scam detection and has provided ways to disable it.

A vulnerability in Google Gemini on Android allowed crafted notifications from apps like WhatsApp and Slack to manipulate the AI's responses and connected tools. The issue, discovered by SafeBreach, has been addressed through server-side changes.

Dilaporkan oleh AI

Google is rolling out a new feature to Android devices that detects impersonation scams involving spoofed calls. The update targets the rising threat of AI-generated deepfake voices in financial fraud. It begins deploying this month on phones running Android 12 and higher.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak