Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa hacker memanfaatkan model bahasa besar (LLM) untuk menciptakan serangan phishing canggih. Alat AI ini memungkinkan pembuatan halaman phishing secara instan, yang berpotensi membuat penipuan lebih dinamis dan sulit dideteksi. Tren ini menyoroti ancaman yang berkembang dalam keamanan digital.
Dalam artikel terbaru yang diterbitkan oleh TechRadar pada 26 Januari 2026, penggunaan model bahasa besar (LLM) oleh hacker untuk mengembangkan teknik phishing canggih menjadi sorotan. Artikel berjudul 'Hacker menggunakan LLM untuk membangun generasi berikutnya dari serangan phishing - inilah yang harus diwaspadai', mengeksplorasi bagaimana sistem AI ini dapat mengotomatisasi dan menyesuaikan upaya phishing secara real-time. Deskripsi tersebut mengajukan pertanyaan kunci: 'Bagaimana jika halaman phishing dibuat secara instan?'. Hal ini menunjukkan pergeseran dari situs phishing statis ke yang dinamis, yang dapat menyesuaikan dengan input atau konteks pengguna, sehingga meningkatkan efektivitasnya. Meskipun cuplikan yang tersedia tidak merinci contoh spesifik atau pertahanan, artikel tersebut bertujuan untuk memberi tahu pembaca agar waspada terhadap ancaman baru semacam itu. Seiring dengan semakin mudahnya akses ke LLM, langkah keamanan siber harus berkembang untuk melawan serangan yang dibantu AI, menekankan pentingnya kesadaran pengguna dan alat deteksi yang kuat.