AerynOS, distribusi Linux tahap alpha, telah menerapkan kebijakan yang melarang model bahasa besar dalam pengembangan dan aktivitas komunitasnya. Langkah ini mengatasi isu etis dengan data pelatihan, dampak lingkungan, dan risiko kualitas. Pengecualian terbatas pada kebutuhan terjemahan dan aksesibilitas.
AerynOS, distribusi Linux yang berfokus pada pembaruan atomik dan masih dalam tahap alpha, telah memperbarui pedoman kontribusinya untuk melarang penggunaan model bahasa besar (LLM) di seluruh proyek. Keputusan ini, yang diumumkan di Reddit, berlaku untuk semua aspek pengembangan dan keterlibatan komunitas, termasuk kode sumber, dokumentasi, laporan isu, dan seni. Kebijakan ini berasal dari beberapa kekhawatiran utama. Pengembang menyoroti masalah etis dengan cara LLM dilatih, termasuk sumber data. Mereka juga menunjukkan biaya lingkungan yang tinggi, seperti konsumsi listrik dan air berlebih yang terlibat dalam membangun dan mengoperasikan model ini. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa konten yang dihasilkan LLM dapat menurunkan kualitas kontribusi secara keseluruhan dan menimbulkan isu hak cipta potensial. Meskipun larangan ini komprehensif, AerynOS mengizinkan pengecualian sempit. Kontributor hanya boleh menggunakan LLM untuk menerjemahkan teks ke bahasa Inggris untuk isu atau komentar. Proyek mungkin mempertimbangkan kelonggaran lebih lanjut untuk tujuan aksesibilitas. Untuk dukungan pengguna, tim menyarankan untuk tidak bergantung pada chatbot AI daripada dokumentasi resmi. Permintaan berdasarkan output LLM yang tidak akurat berisiko diabaikan, karena pemelihara bertujuan menghindari debugging kesalahan pihak ketiga. Kebijakan berorientasi masa depan ini bertujuan memastikan semua kontribusi menjalani tinjauan manusia, sehingga menjaga standar teknis dan keandalan proyek. Ini mencerminkan tren yang berkembang di kalangan inisiatif open source untuk mengawasi integrasi AI di tengah perdebatan lebih luas tentang implikasinya.