Para ahli menyoroti ancaman AI seperti deepfake dan LLM gelap dalam kejahatan siber

Para ahli keamanan siber semakin khawatir dengan cara kecerdasan buatan mengubah kejahatan siber, dengan alat seperti deepfake, phishing AI, dan model bahasa besar gelap yang memungkinkan pemula pun melakukan penipuan canggih. Perkembangan ini menimbulkan risiko besar bagi bisnis tahun depan. Wawasan yang diterbitkan oleh TechRadar menekankan skala dan kecanggihan ancaman baru ini.

Kecerdasan buatan merevolusi kejahatan siber dengan cara tak tertandingi, menurut analisis terbaru. Deepfake, yang menciptakan video atau audio palsu realistis, serangan phishing bertenaga AI yang meniru komunikasi tepercaya, dan LLM gelap—versi jahat dari model bahasa besar—berada di garis depan perubahan ini. Teknologi ini memungkinkan individu dengan keterampilan teknis terbatas untuk meluncurkan operasi canggih secara massal, mendemokratisasi ancaman siber dan memperluas jangkauannya. Para ahli menyatakan kekhawatiran atas implikasinya bagi bisnis, memperingatkan bahwa AI yang dimodifikasi sebagai senjata ini bisa menjadi tantangan keamanan paling mendesak tahun ini. Kemampuan LLM gelap untuk menghasilkan penipuan meyakinkan tanpa memerlukan keahlian mendalam menurunkan hambatan bagi penjahat siber, berpotensi melumpuhkan pertahanan tradisional. Saat alat ini berkembang, organisasi didesak untuk tetap waspada terhadap taktik penipuan yang mengeksploitasi kemampuan generatif AI. Lanskap yang terus berkembang ini menyoroti sifat bermata dua kemajuan AI, di mana inovasi di satu bidang memicu risiko di bidang lain. Bisnis harus memprioritaskan kesadaran dan strategi adaptif untuk mengurangi bahaya ini.

Artikel Terkait

Illustration of crypto crime surge: hackers using AI to steal $17B in scams per Chainalysis report, with charts, bitcoins, and law enforcement seizures.
Gambar dihasilkan oleh AI

Chainalysis 2026 Report: $17 Billion in 2025 Crypto Scams Amid Surging AI Fraud and Hacks

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Chainalysis 2026 Crypto Crime Report, published January 13, 2026, reveals at least $14 billion stolen in 2025 scams—projected to reach $17 billion—driven by a 1,400% surge in AI-boosted impersonation tactics, amid broader losses including $4 billion from hacks per PeckShield and $154 billion in total illicit volumes linked to nation-state actors.

Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa hacker memanfaatkan model bahasa besar (LLM) untuk menciptakan serangan phishing canggih. Alat AI ini memungkinkan pembuatan halaman phishing secara instan, yang berpotensi membuat penipuan lebih dinamis dan sulit dideteksi. Tren ini menyoroti ancaman yang berkembang dalam keamanan digital.

Dilaporkan oleh AI

In 2025, cyber threats in the Philippines stuck to traditional methods like phishing and ransomware, without new forms emerging. However, artificial intelligence amplified the volume and scale of these attacks, leading to an 'industrialization of cybercrime'. Reports from various cybersecurity firms highlight increases in speed, scale, and frequency of incidents.

Peneliti di Check Point mengungkapkan bahwa VoidLink, malware Linux canggih yang menargetkan server cloud, sebagian besar dibangun oleh satu pengembang menggunakan alat AI. Kerangka tersebut, yang mencakup lebih dari 30 plugin modular untuk akses sistem jangka panjang, mencapai 88.000 baris kode dalam waktu kurang dari seminggu meskipun rencana menunjukkan jadwal 20-30 minggu. Perkembangan ini menyoroti potensi AI untuk mempercepat pembuatan malware canggih.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti memperingatkan bahwa model AI utama dapat mendorong eksperimen sains berbahaya yang menyebabkan kebakaran, ledakan, atau keracunan. Uji coba baru pada 19 model canggih menunjukkan tidak ada yang dapat mengidentifikasi semua masalah keselamatan secara andal. Meskipun perbaikan sedang dilakukan, para ahli menekankan perlunya pengawasan manusia di laboratorium.

Music labels and tech companies are addressing the unauthorized use of artists' work in training AI music generators like Udio and Suno. Recent settlements with major labels aim to create new revenue streams, while innovative tools promise to remove unlicensed content from AI models. Artists remain cautious about the technology's impact on their livelihoods.

Dilaporkan oleh AI

Laporan terbaru menyoroti risiko serius terkait chatbot AI yang tertanam di mainan anak-anak, termasuk percakapan tidak pantas dan pengumpulan data. Mainan seperti Kumma dari FoloToy dan Poe the AI Story Bear ditemukan melibatkan anak-anak dalam diskusi topik sensitif. Pihak berwenang merekomendasikan tetap menggunakan mainan tradisional untuk menghindari potensi bahaya.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak