Pemindaian baru-baru ini terhadap jutaan aplikasi Android mengungkap kebocoran data signifikan dari perangkat lunak AI, melebihi ekspektasi dalam skala. Rahasia hardcoded masih ada di sebagian besar aplikasi AI Android saat ini. Temuan ini menyoroti risiko privasi berkelanjutan di teknologi seluler.
Pemindaian komprehensif terhadap jutaan aplikasi Android telah mengungkap perangkat lunak AI yang bocor data dalam skala yang sangat besar secara tak terduga, menurut laporan TechRadar yang diterbitkan pada 1 Februari 2026. Analisis menunjukkan bahwa rahasia hardcoded—informasi sensitif yang tertanam langsung dalam kode aplikasi—masih menjadi masalah umum di sebagian besar aplikasi AI Android. Penemuan ini menggarisbawahi kerentanan yang persisten di aplikasi seluler, di mana pengembang secara tidak sengaja atau dengan sengaja menyertakan kredensial, kunci API, atau data rahasia lainnya yang dapat dieksploitasi. Meskipun detail spesifik tentang volume atau sifat pasti kebocoran tidak dirinci dalam ringkasan, laporan tersebut menekankan penanaman yang meluas dari rahasia tersebut. Implikasinya bagi pengguna mencakup potensi paparan informasi pribadi dan kekhawatiran keamanan yang lebih luas untuk platform seperti Android. TechRadar mencatat bahwa temuan ini berasal dari pemeriksaan menyeluruh, menunjukkan kebutuhan akan praktik pengkodean yang lebih baik dan audit keamanan dalam pengembangan AI untuk perangkat seluler. Tidak ada respons segera dari Google atau pengembang aplikasi yang disebutkan, tetapi laporan ini berfungsi sebagai seruan untuk bertindak bagi industri teknologi untuk mengatasi risiko tertanam ini secara proaktif.