Pelahaman data besar telah terungkap, melibatkan 149 juta kredensial yang dibiarkan terekspos secara online. Cache 98 GB mencakup nama pengguna dan kata sandi unik dari layanan keuangan, media sosial, dan aplikasi kencan. Penemuan ini menyoroti kerentanan berkelanjutan dalam keamanan digital.
Cache data yang sangat besar, total 98 GB, ditemukan tanpa perlindungan apa pun, menjadikannya mudah diakses oleh pelaku jahat potensial. Kebocoran ini mencakup kredensial dari berbagai sektor, termasuk layanan keuangan di mana pengguna mengelola perbankan dan investasi, platform media sosial yang digunakan untuk komunikasi harian, dan aplikasi kencan yang menangani informasi pribadi. Detail muncul pada 23 Januari 2026, yang menggarisbawahi skala paparan: 149 juta nama pengguna dan kata sandi unik. Tidak ada enkripsi atau pengaman, yang memperbesar risiko pencurian identitas, pengambilalihan akun, dan kerugian finansial bagi individu yang terkena dampak. Para ahli keamanan siber telah lama memperingatkan bahaya dump data yang tidak dienkripsi, tetapi insiden ini menjadi pengingat keras betapa cepat informasi tersebut muncul secara online. Pengguna disarankan untuk memantau akun mereka dan memperbarui kata sandi, meskipun dampak penuh masih belum jelas tanpa detail lebih lanjut tentang asal pelanggaran. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang praktik penanganan data di industri-industri ini, yang berpotensi memicu pengawasan regulasi.