Kebocoran data besar ungkap 149 juta kredensial tanpa perlindungan

Pelahaman data besar telah terungkap, melibatkan 149 juta kredensial yang dibiarkan terekspos secara online. Cache 98 GB mencakup nama pengguna dan kata sandi unik dari layanan keuangan, media sosial, dan aplikasi kencan. Penemuan ini menyoroti kerentanan berkelanjutan dalam keamanan digital.

Cache data yang sangat besar, total 98 GB, ditemukan tanpa perlindungan apa pun, menjadikannya mudah diakses oleh pelaku jahat potensial. Kebocoran ini mencakup kredensial dari berbagai sektor, termasuk layanan keuangan di mana pengguna mengelola perbankan dan investasi, platform media sosial yang digunakan untuk komunikasi harian, dan aplikasi kencan yang menangani informasi pribadi. Detail muncul pada 23 Januari 2026, yang menggarisbawahi skala paparan: 149 juta nama pengguna dan kata sandi unik. Tidak ada enkripsi atau pengaman, yang memperbesar risiko pencurian identitas, pengambilalihan akun, dan kerugian finansial bagi individu yang terkena dampak. Para ahli keamanan siber telah lama memperingatkan bahaya dump data yang tidak dienkripsi, tetapi insiden ini menjadi pengingat keras betapa cepat informasi tersebut muncul secara online. Pengguna disarankan untuk memantau akun mereka dan memperbarui kata sandi, meskipun dampak penuh masih belum jelas tanpa detail lebih lanjut tentang asal pelanggaran. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang praktik penanganan data di industri-industri ini, yang berpotensi memicu pengawasan regulasi.

Artikel Terkait

Dramatic illustration depicting the Coupang data breach, with data spilling from a cracked digital vault and investigators on scene.
Gambar dihasilkan oleh AI

Coupang data breach spanned June to November

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A massive data breach at e-commerce giant Coupang exposed personal information of 33.7 million customers from June 24 to November 8. Officials revealed the attacker exploited the company's electronic signature key, prompting a thorough government investigation. The incident has heightened public concerns over South Korea's data protection capabilities.

Pelanggaran data signifikan telah membahayakan informasi kartu kredit lebih dari 5,6 juta individu. Insiden ini melibatkan 700Credit, di mana data dicuri melalui integrasi API pihak ketiga. Detailnya muncul dalam laporan terbaru tentang ancaman keamanan siber.

Dilaporkan oleh AI

A 2022 data breach at password manager LastPass has resulted in prolonged cryptocurrency thefts, according to blockchain intelligence firm TRM Labs. The incident involved stolen user vaults that facilitated around $35 million in losses extending into 2025.

Following the 2022 LastPass data breach, blockchain firm TRM Labs has tied over $35 million in stolen cryptocurrency to Russian cybercriminals, detailing sophisticated laundering via mixers and exchanges persisting into late 2025.

Dilaporkan oleh AI

A massive data breach at South Korea's leading e-commerce firm Coupang has exposed personal information of 33.7 million customers. Police are tracking a Chinese former employee suspect using an IP address, while the government considers fines up to 1 trillion won. The breach, starting in June, went undetected for five months.

Police conducted a second day of raids at e-commerce giant Coupang's headquarters over a massive data breach affecting 33.7 million customers. The suspect is a former Chinese developer who worked on the company's authentication system. Prime Minister Kim Min-seok described the incident as 'beyond serious' and vowed strict action.

Dilaporkan oleh AI

A pirate activist group has scraped and released metadata from Spotify's music library, with plans to distribute 86 million audio files. The breach, reported on December 21, 2025, involves 256 million rows of track data set for peer-to-peer sharing. Spotify is investigating the unauthorized access.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak