Kebocoran data besar ungkap 149 juta kredensial tanpa perlindungan

Pelahaman data besar telah terungkap, melibatkan 149 juta kredensial yang dibiarkan terekspos secara online. Cache 98 GB mencakup nama pengguna dan kata sandi unik dari layanan keuangan, media sosial, dan aplikasi kencan. Penemuan ini menyoroti kerentanan berkelanjutan dalam keamanan digital.

Cache data yang sangat besar, total 98 GB, ditemukan tanpa perlindungan apa pun, menjadikannya mudah diakses oleh pelaku jahat potensial. Kebocoran ini mencakup kredensial dari berbagai sektor, termasuk layanan keuangan di mana pengguna mengelola perbankan dan investasi, platform media sosial yang digunakan untuk komunikasi harian, dan aplikasi kencan yang menangani informasi pribadi. Detail muncul pada 23 Januari 2026, yang menggarisbawahi skala paparan: 149 juta nama pengguna dan kata sandi unik. Tidak ada enkripsi atau pengaman, yang memperbesar risiko pencurian identitas, pengambilalihan akun, dan kerugian finansial bagi individu yang terkena dampak. Para ahli keamanan siber telah lama memperingatkan bahaya dump data yang tidak dienkripsi, tetapi insiden ini menjadi pengingat keras betapa cepat informasi tersebut muncul secara online. Pengguna disarankan untuk memantau akun mereka dan memperbarui kata sandi, meskipun dampak penuh masih belum jelas tanpa detail lebih lanjut tentang asal pelanggaran. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang praktik penanganan data di industri-industri ini, yang berpotensi memicu pengawasan regulasi.

Artikel Terkait

Dramatic illustration of a darknet leak of Swedish government IT data by hackers, showing computer screens with source code, passwords, and personal files.
Gambar dihasilkan oleh AI

Swedish government IT data leaked on darknet

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A hacker group called ByteToBreach has leaked sensitive information from a government IT system on the darknet. The leak includes source code, passwords, and personal data from a platform managed by IT consultant CGI Sweden. Authorities like Cert-SE confirm they are aware of the reports but decline to comment.

Researchers analyzing 10 million web pages have identified 1,748 active API credentials from 14 major providers exposed across nearly 10,000 websites, including those run by banks and healthcare providers. These leaks could enable attackers to access sensitive data or gain control over digital infrastructure. Nurullah Demir of Stanford University described the issue as very significant, affecting even major companies.

Dilaporkan oleh AI

Adult entertainment website Frivol has disclosed a data leak that may impact around 479,000 users. The breach involved an open database containing user details. The revelation was reported on February 25, 2026.

A TechRadar report states that over 29 million secrets were leaked on GitHub in 2025. The article suggests that AI is not helping and may be making the situation worse.

Dilaporkan oleh AI

In 2026, organizations in Colombia face an average of 2,803 weekly cyberattacks, with potential losses up to US$6.3 million per incident. Recent data leaks via third-party providers have exposed sensitive information from BBVA and Nubank clients, as well as from entities like Supersalud and Dian. Experts warn about the vulnerability of these weak links in the security chain.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak