Pelanggaran data signifikan telah membahayakan informasi kartu kredit lebih dari 5,6 juta individu. Insiden ini melibatkan 700Credit, di mana data dicuri melalui integrasi API pihak ketiga. Detailnya muncul dalam laporan terbaru tentang ancaman keamanan siber.
Pelanggaran di 700Credit menyebabkan kebocoran detail kartu kredit sensitif yang memengaruhi lebih dari 5,6 juta korban. Menurut laporan, peretas mengakses data melalui kerentanan pada integrasi API pihak ketiga yang digunakan perusahaan. Jenis kegagalan keamanan ini menyoroti risiko berkelanjutan dalam cara layanan keuangan terhubung dengan sistem eksternal.
Tidak ada jadwal waktu spesifik untuk pelanggaran itu sendiri yang diungkapkan, tetapi masalah ini terungkap sekitar pertengahan Desember 2025. 700Credit, layanan yang kemungkinan terlibat dalam pemantauan atau pelaporan kredit, kini menghadapi pengawasan atas langkah-langkah perlindungan datanya. Korban disarankan memantau akun mereka dengan cermat, meskipun panduan resmi dari perusahaan masih menunggu.
Insiden semacam ini menggarisbawahi pentingnya keamanan API yang kuat untuk mencegah akses tidak sah ke informasi keuangan pribadi. Meskipun cakupan penuh data yang dicuri tidak jelas, skala tersebut menunjukkan dampak potensial yang luas bagi individu yang terdampak.