Pelanggaran data China yang diduga bocorkan 8,7 miliar catatan

Pelanggaran data besar-besaran di China dilaporkan membocorkan 8,7 miliar catatan setelah basis data raksasa dibiarkan tidak terkunci di internet. Insiden ini, yang dirinci dalam laporan terbaru, menyoroti kerentanan dalam praktik keamanan data. Pihak berwenang belum mengonfirmasi luas paparan penuh.

Pelanggaran tersebut terungkap melalui peneliti keamanan yang menemukan basis data tidak aman yang dapat diakses secara online. Menurut TechRadar, insiden ini melibatkan kebocoran alegasi 8,7 miliar catatan, menjadikannya salah satu paparan data terbesar yang dilaporkan. Tanggal publikasi cerita adalah 4 Februari 2026, yang menggarisbawahi risiko berkelanjutan dalam infrastruktur digital.  Rincian masih terbatas, tetapi inti masalah tampaknya berasal dari kelalaian dalam mengamankan repositori informasi yang luas. Tidak ada entitas atau individu spesifik yang disebutkan terkait pelanggaran, dan investigasi kemungkinan sedang berlangsung. Peristiwa ini menjadi pengingat mencolok akan pentingnya langkah keamanan siber yang kuat, terutama bagi pemegang data skala besar.  Sementara implikasi penuh tidak jelas tanpa detail lebih lanjut, pelanggaran seperti itu dapat menyebabkan pencurian identitas, penipuan keuangan, dan erosi kepercayaan publik terhadap sistem digital. Para ahli menekankan bahwa membiarkan basis data tidak terkunci mengekspos informasi sensitif terhadap akses tidak sah di seluruh dunia.

Artikel Terkait

Dramatic illustration depicting the Coupang data breach, with data spilling from a cracked digital vault and investigators on scene.
Gambar dihasilkan oleh AI

Coupang data breach spanned June to November

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A massive data breach at e-commerce giant Coupang exposed personal information of 33.7 million customers from June 24 to November 8. Officials revealed the attacker exploited the company's electronic signature key, prompting a thorough government investigation. The incident has heightened public concerns over South Korea's data protection capabilities.

Pelahaman data besar telah terungkap, melibatkan 149 juta kredensial yang dibiarkan terekspos secara online. Cache 98 GB mencakup nama pengguna dan kata sandi unik dari layanan keuangan, media sosial, dan aplikasi kencan. Penemuan ini menyoroti kerentanan berkelanjutan dalam keamanan digital.

Dilaporkan oleh AI

Pelanggaran data signifikan telah membahayakan informasi kartu kredit lebih dari 5,6 juta individu. Insiden ini melibatkan 700Credit, di mana data dicuri melalui integrasi API pihak ketiga. Detailnya muncul dalam laporan terbaru tentang ancaman keamanan siber.

Personal information of about 4.5 million members of Seoul's public bike sharing service Ttareungyi is believed to have leaked in 2024, leading to a police investigation. The breach, suspected to be the work of hackers, is thought to have occurred around the time of widespread DDoS attacks on public institutions.

Dilaporkan oleh AI

Police conducted a second day of raids at e-commerce giant Coupang's headquarters over a massive data breach affecting 33.7 million customers. The suspect is a former Chinese developer who worked on the company's authentication system. Prime Minister Kim Min-seok described the incident as 'beyond serious' and vowed strict action.

New details emerge in the Coupang data breach saga: a former Chinese developer is the prime suspect, raising alarms over foreign worker vetting. A U.S. class-action suit gains over 2,300 applicants, while President Lee Jae Myung pushes for harsher data leak penalties.

Dilaporkan oleh AI

Police raided the headquarters of e-commerce giant Coupang on Tuesday to seize evidence related to a massive data breach affecting 33.7 million customers. The Seoul Metropolitan Police Agency's cyber investigation team conducted the search in southern Seoul. Officials aim to determine the leak's cause, route, and perpetrator using the secured digital evidence.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak