Peretas membajak komentar LinkedIn untuk menyebarkan malware

Para ahli telah memperingatkan bahwa serangan phishing kini muncul di komentar LinkedIn. Peretas mengeksploitasi bagian komentar platform untuk mendistribusikan malware. Pengguna disarankan untuk tetap waspada terhadap tautan mencurigakan dalam interaksi ini.

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan untuk keamanan media sosial, peretas telah mulai membajak komentar di LinkedIn untuk menyebarkan malware. Menurut laporan dari TechRadar, yang diterbitkan pada 14 Januari 2026, taktik ini melibatkan skema phishing yang tertanam dalam utas diskusi situs jaringan profesional. Artikel tersebut menyoroti bagaimana penjahat siber memanfaatkan kepercayaan yang diberikan pengguna terhadap interaksi LinkedIn untuk menipu individu agar mengklik tautan berbahaya. Meskipun detail spesifik tentang sifat malware atau pengguna yang terkena tidak diungkapkan dalam informasi yang tersedia, peringatan tersebut menekankan risiko yang berkembang di platform profesional. Para ahli menekankan pentingnya memeriksa tautan atau lampiran yang tidak diminta di komentar, terutama yang mendesak tindakan segera atau menawarkan peluang mencurigakan. Insiden ini menjadi pengingat bahwa bahkan jaringan mapan seperti LinkedIn tidak kebal terhadap ancaman siber yang canggih. Saat phishing berkembang untuk menyusup ke bagian komentar, pengguna dan organisasi didorong untuk meningkatkan praktik keamanan siber mereka, termasuk pembaruan perangkat lunak rutin dan pelatihan kesadaran.

Artikel Terkait

Illustration depicting VoidLink Linux malware infiltrating cloud infrastructures, as discovered by Check Point researchers.
Gambar dihasilkan oleh AI

Check Point menemukan malware Linux VoidLink canggih untuk cloud

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Peneliti keamanan di Check Point telah mengungkap VoidLink, kerangka malware Linux baru yang canggih dirancang untuk menargetkan infrastruktur cloud. Ditulis dalam Zig dan terkait dengan pengembang China, memiliki lebih dari 30 plugin untuk pengintaian sembunyi, pencurian kredensial, dan pergerakan lateral. Belum ada infeksi dunia nyata yang diamati, tetapi kemampuannya menandakan ancaman yang berkembang bagi lingkungan cloud perusahaan.

Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa hacker memanfaatkan model bahasa besar (LLM) untuk menciptakan serangan phishing canggih. Alat AI ini memungkinkan pembuatan halaman phishing secara instan, yang berpotensi membuat penipuan lebih dinamis dan sulit dideteksi. Tren ini menyoroti ancaman yang berkembang dalam keamanan digital.

Dilaporkan oleh AI

Peretas menargetkan pengguna WhatsApp dengan penipuan GhostPairing baru yang memungkinkan akses penuh ke akun tanpa memecahkan kata sandi atau pengamanan enkripsi. Penipuan ini melewati metode autentikasi tradisional, menimbulkan risiko besar bagi privasi dan keamanan pengguna. Pengguna disarankan memeriksa bagian Perangkat Terhubung untuk mendeteksi kompromi apa pun.

Cisco Talos merinci bagaimana kelompok terkait China mengeksploitasi zero-day belum ditambal di perangkat keamanan email sejak akhir November 2025, menyebar pintu belakang dan alat pembersih log untuk akses persisten.

Dilaporkan oleh AI

Para penjahat telah mendistribusikan ekstensi AI palsu di Google Chrome Web Store untuk menargetkan lebih dari 300.000 pengguna. Alat-alat ini bertujuan mencuri email, data pribadi, dan informasi lainnya. Masalah ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk mendorong perangkat lunak pengawasan melalui saluran resmi.

Peretas yang disponsori negara Rusia dengan cepat menjadikan kerentanan Microsoft Office yang baru di-patch sebagai senjata untuk menargetkan organisasi di sembilan negara. Kelompok yang dikenal sebagai APT28 menggunakan email spear-phishing untuk memasang pintu belakang sembunyi-sembunyi di entitas diplomatik, pertahanan, dan transportasi. Peneliti keamanan di Trellix menghubungkan serangan tersebut dengan keyakinan tinggi kepada unit mata-mata siber terkenal ini.

Dilaporkan oleh AI

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pakar teknologi informasi dari Untag Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp dan SMS. Aktivitas transaksi digital yang meningkat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Pendiri Vida, Niki Santo Luhur, menyebut dua modus utama: phishing dan malware yang marak di Indonesia.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak