Para ahli keamanan memperingatkan pengguna PayPal tentang penipuan di mana fitur langganan platform dieksploitasi untuk mengirim email konfirmasi pembelian palsu. Penyalahgunaan ini memanfaatkan sistem PayPal yang sah untuk menipu penerima agar percaya bahwa mereka telah melakukan transaksi tidak sah. Peringatan ini menekankan perlunya kewaspadaan dalam memverifikasi keaslian email.
PayPal, layanan pembayaran online yang banyak digunakan, menghadapi kekhawatiran keamanan baru karena penjahat siber mengeksploitasi fungsi langganannya. Menurut laporan dari TechRadar, para ahli telah mengidentifikasi kasus di mana penipu menggunakan infrastruktur sah PayPal untuk mengirim email menipu yang menyerupai konfirmasi pembelian. Pesan-pesan ini bertujuan untuk menipu pengguna agar mengklik tautan berbahaya atau memberikan informasi sensitif dengan dalih menyelesaikan tagihan palsu.
Penipuan ini memanfaatkan ketakutan pengguna terhadap pengeluaran tidak sah, mendorong tindakan cepat yang bisa menyebabkan kompromi lebih lanjut. Meskipun platform inti PayPal tetap aman, penyalahgunaan ini menyoroti kerentanan dalam komunikasi berbasis email. Para ahli merekomendasikan agar pengguna selalu login langsung ke akun PayPal mereka melalui situs web resmi atau aplikasi untuk memeriksa riwayat transaksi, bukan merespons email tak diundang.
Tidak ada detail spesifik tentang skala masalah atau wilayah yang terkena dalam peringatan awal, tetapi tanggal publikasi 17 Desember 2025 menunjukkan upaya kesadaran yang tepat waktu. Pengguna PayPal disarankan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor dan memantau akun secara rutin untuk mengurangi risiko. Perkembangan ini menjadi pengingat akan taktik phishing yang berkembang menargetkan layanan keuangan tepercaya.