Peretas menargetkan pengguna WhatsApp dengan penipuan GhostPairing baru yang memungkinkan akses penuh ke akun tanpa memecahkan kata sandi atau pengamanan enkripsi. Penipuan ini melewati metode autentikasi tradisional, menimbulkan risiko besar bagi privasi dan keamanan pengguna. Pengguna disarankan memeriksa bagian Perangkat Terhubung untuk mendeteksi kompromi apa pun.
Ancaman siber baru muncul yang menargetkan pengguna WhatsApp melalui penipuan GhostPairing, seperti dilaporkan oleh TechRadar. Serangan canggih ini memungkinkan peretas mengambil kendali penuh atas akun tanpa perlu memecahkan kata sandi atau perlindungan enkripsi aplikasi. Metode ini mengeksploitasi kerentanan dalam proses penghubungan, memungkinkan perangkat tidak sah dipasangkan secara tak terlihat dengan akun korban.
Menurut laporan, penipuan ini sangat berbahaya karena tidak memicu peringatan keamanan standar. Pengamanan bawaan WhatsApp, seperti autentikasi dua faktor, tetap utuh, namun peretas masih dapat mengakses pesan, kontak, dan data sensitif lainnya. Publikasi tersebut menekankan bahwa bagian Perangkat Terhubung dalam aplikasi adalah satu-satunya alat andal bagi pengguna untuk mengidentifikasi dan mencabut pasangan mencurigakan.
Tidak ada detail spesifik tentang asal penipuan atau wilayah yang terkena dampak, tetapi peringatan tersebut mendesak semua pengguna WhatsApp untuk secara rutin meninjau perangkat terhubung mereka. Insiden ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam mengamankan platform pesan terhadap eksploitasi phishing dan penghubungan yang berkembang. TechRadar mempublikasikan peringatan pada 21 Desember 2025, menyarankan kewaspadaan segera untuk mencegah pembajakan akun.