Laporan Google memperingatkan pergeseran lanskap ancaman cloud

Laporan penelitian baru Google menunjukkan bahwa lanskap ancaman keamanan cloud sedang berkembang pesat. Peretas semakin menargetkan pihak ketiga dan kerentanan perangkat lunak untuk menembus sistem. Laporan tersebut juga mencatat penurunan kesalahan konfigurasi cloud.

Google telah merilis laporan penelitian yang menyoroti perubahan dalam lingkungan ancaman cloud. Menurut temuan tersebut, pelaku kejahatan siber sedang mengalihkan fokus mereka untuk mengeksploitasi layanan pihak ketiga dan cacat perangkat lunak guna menyusup ke infrastruktur cloud. Ini menandakan evolusi yang signifikan dalam strategi serangan, karena kerentanan tradisional seperti kesalahan konfigurasi tampaknya sedang menurun. n nLaporan tersebut, yang diterbitkan pada 10 Maret 2026, memberikan wawasan tentang risiko-risiko baru bagi organisasi yang bergantung pada layanan cloud. Laporan itu menekankan perlunya kewaspadaan yang ditingkatkan terhadap vektor serangan baru ini. TechRadar melaporkan rilis tersebut, menekankan peringatan laporan tentang sifat dinamis tantangan keamanan cloud. n nMeskipun penurunan kesalahan konfigurasi menawarkan beberapa perkembangan positif, laporan tersebut menekankan bahwa lanskap ancaman secara keseluruhan tetap kompleks dan memerlukan perhatian berkelanjutan dari para profesional keamanan.

Artikel Terkait

Security experts are warning that ransomware attacks are now more frequently targeting firewalls. They advise organizations to secure these critical network defenses promptly. The alert comes amid rising cyber threats.

Dilaporkan oleh AI

Hackers are increasingly leveraging artificial intelligence to identify and exploit security vulnerabilities at an accelerated pace. According to a report from IBM, the integration of AI into cyber attacks is speeding up the process significantly. This development highlights evolving threats in cybersecurity.

The year 2025 brought significant challenges to the internet worldwide, with widespread disruptions from cable failures, power grid issues, and cloud service problems. According to a TechRadar analysis, these incidents caused the internet to unravel quietly across continents. The report highlights a bruising period of instability for digital infrastructure.

Dilaporkan oleh AI

Russian state-sponsored hackers quickly weaponized a newly patched Microsoft Office flaw to target organizations in nine countries. The group, known as APT28, used spear-phishing emails to install stealthy backdoors in diplomatic, defense, and transport entities. Security researchers at Trellix attributed the attacks with high confidence to this notorious cyber espionage unit.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak