58 persen warga Inggris menghadapi risiko online signifikan pada 2025

Laporan terbaru menunjukkan bahwa 58 persen orang di Inggris mengalami risiko online signifikan selama 2025. Kenaikan penggunaan AI berkontribusi pada penurunan kepercayaan digital, menurut temuan tersebut. Penipuan dan cyberbullying muncul sebagai kekhawatiran utama.

Laporan tersebut, yang diterbitkan oleh TechRadar pada 10 Februari 2026, menyoroti peningkatan signifikan dalam kerentanan online bagi pengguna internet Inggris sepanjang 2025. Secara khusus, 58 persen responden melaporkan menghadapi risiko signifikan, dengan integrasi AI yang semakin meningkat memainkan peran kunci dalam mengikis kepercayaan digital secara keseluruhan. Antara isu paling mendesak yang diidentifikasi adalah penipuan dan cyberbullying. Ancaman ini tampaknya menjadi tantangan terbesar, memengaruhi kepercayaan pengguna terhadap interaksi online. Publikasi tersebut menekankan bagaimana aplikasi AI yang diperluas mungkin memperburuk masalah ini, meskipun tidak merinci mekanisme spesifik atau rincian data di luar statistik utama. Ringkasan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang keselamatan digital di lingkungan yang semakin didorong oleh AI, berdasarkan wawasan survei yang tersedia dari 2025. Tidak ada data kuantitatif lebih lanjut tentang prevalensi risiko individu atau dampak demografis yang disediakan dalam gambaran umum laporan.

Artikel Terkait

In 2025, cyber threats in the Philippines stuck to traditional methods like phishing and ransomware, without new forms emerging. However, artificial intelligence amplified the volume and scale of these attacks, leading to an 'industrialization of cybercrime'. Reports from various cybersecurity firms highlight increases in speed, scale, and frequency of incidents.

Dilaporkan oleh AI

Jumlah perusahaan yang mengevaluasi risiko keamanan terkait kecerdasan buatan semakin bertambah, menandai perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi di kalangan bisnis terhadap kerentanan potensial dalam teknologi AI. Perkembangan ini terjadi saat organisasi memprioritaskan langkah-langkah perlindungan terhadap ancaman baru.

OpenAI melaporkan peningkatan dramatis insiden eksploitasi anak ke National Center for Missing & Exploited Children selama paruh pertama 2025, mengirimkan 80 kali lebih banyak laporan daripada periode yang sama di 2024. Perusahaan tersebut menghubungkan kenaikan tersebut dengan kemampuan moderasi yang diperluas, fitur baru yang memungkinkan unggahan gambar, dan pertumbuhan pengguna yang cepat. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang keselamatan anak di platform AI generatif.

Dilaporkan oleh AI

At the close of 2025, marked by about 50 armed conflicts and polarization, Luis Castro Obregón suggests ten citizen purposes to resist barbarism. Eugenio Gómez Alatorre warns that artificial intelligence puts 24% of global jobs at risk, but urges adaptation by learning to work with it.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak