Pihak berwenang federal menggagalkan rencana serangan terhadap acara UFC Freedom 250 di halaman Gedung Putih menggunakan drone bermuatan bahan peledak dan penembak jitu. Rencana tersebut melibatkan setidaknya 23 orang dan menargetkan para politisi, termasuk Senator Marsha Blackburn.
FBI mengetahui rencana tersebut pada 10 Juni setelah ibu Tycen Proper menghubungi polisi setempat di Knox County, Ohio, terkait pembelian senjata api dan kontak daring yang dilakukan putranya. Proper, 19, mengaku berencana melakukan serangan terkoordinasi selama acara UFC yang dijadwalkan berlangsung di halaman Gedung Putih.
Para penyelidik menemukan percakapan grup Signal yang berisi peta penanda posisi penembak jitu dan lokasi peluncuran drone. Rencana tersebut melibatkan penggunaan drone untuk menggiring massa ke arah para penembak, yang kemudian akan mengincar sejumlah individu penting dan Gedung Putih itu sendiri.
Proper dan empat orang lainnya, termasuk Bryan Omar Roa dan Michael Alan Thomas, menghadapi dakwaan termasuk konspirasi untuk melakukan tindak pidana terhadap Amerika Serikat. Proper dijadwalkan menjalani sidang penahanan pada 17 Juni.
Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa operasi cepat yang melibatkan berbagai negara bagian tersebut berhasil menghentikan dugaan serangan itu sebelum sempat terjadi.