Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai mantan Presiden Soeharto dan Abdurrahman Wahid layak mendapat gelar pahlawan nasional karena kontribusi besar mereka bagi negara. Pernyataan ini disampaikan Gibran usai meninjau Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama keduanya termasuk dalam 49 calon pahlawan yang diserahkan Dewan GTK kepada Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungannya terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Kedua RI Soeharto dan Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui usai meninjau Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (7/11/2025).
Gibran menekankan bahwa proses pemberian gelar pahlawan telah melalui tahapan panjang. "Saya kira gelar untuk pahlawan ini sudah melalui proses dan tahapan yang panjang ya," ujarnya. Ia juga menyoroti kontribusi besar kedua tokoh tersebut bagi negara. "Apalagi beliau-beliau ini memberikan sumbangsih dan kontribusi besar untuk negara," tambah Gibran.
Mengenai Soeharto, Gibran menyebut jasa besarnya dalam mencapai swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan. "Pak Harto beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan swasambada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan," kata Wakil Presiden.
Sementara itu, untuk Gus Dur, Gibran memuji perannya dalam mengatasi intoleransi, melindungi minoritas, dan hak asasi manusia. "Gus Dur sangat berkontribusi sekali untuk penyelesaian masalah intoleransi, kebebasan untuk menunaikan ibadah, melindungi kaum minoritas, dan juga perlindungan hak asasi manusia," ungkap Gibran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima daftar 49 calon pahlawan nasional dari Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon. Dari jumlah tersebut, 24 nama termasuk dalam daftar prioritas, di mana Soeharto dan Gus Dur tercantum.