Sebuah video yang kembali muncul memperlihatkan komentator politik Hasan Piker membahas korespondensi masa lalu dengan pemerintah Kuba. Klip tersebut telah memicu perhatian baru di tengah panggilan pengadilan federal yang sedang berlangsung.
Dalam video dari siniar “Fear&”, Piker menjelaskan bagaimana pemerintah Kuba menawarkan untuk menyediakan akses internet melalui seorang kontak di kedutaan. Ia mengklarifikasi bahwa komunikasi tersebut ditangani oleh seorang perantara, bukan melalui kontak langsung kepadanya secara pribadi.