Kerangka manusia di Kwitang teridentifikasi sebagai Farhan dan Reno

Dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, pada akhir Oktober 2025, telah teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, dua orang yang hilang sejak kerusuhan akhir Agustus 2025. Polda Metro Jaya mengungkap kronologi pencarian intensif yang melibatkan berbagai lembaga. Identifikasi dilakukan melalui tes DNA di RS Polri Kramat Jati.

Peristiwa ini bermula dari rangkaian unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada 25–31 Agustus 2025, yang berujung kerusuhan di berbagai titik, termasuk Kwitang. Pada 29 Agustus, kantor ACC di Kwitang mengalami pembakaran dan penjarahan. Setelah situasi kondusif, polisi menerima laporan orang hilang, dengan KontraS menyerahkan data pada 1 September 2025.

Verifikasi awal pada 2–10 September menemukan 40 dari 44 orang yang dilaporkan hilang. Fokus kemudian pada empat nama: Eko, Bima, Farhan, dan Reno. Pada 12 September, Polda Metro Jaya membentuk Posko Orang Hilang. Eko ditemukan di Kalimantan Tengah dan Bima di Jawa Timur pada 17–18 September.

Analisis data komunikasi Farhan pada 23–29 September menunjukkan ia terakhir terlihat di Kwitang pada 29 Agustus, sama seperti Reno. Pertemuan dengan KontraS pada 1 Oktober dan 13 Oktober menyinkronkan informasi, dengan masukan dari Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan lembaga lain untuk perlindungan keluarga.

Pada 30 Oktober 2025, tim polisi menemukan dua kerangka di ruang 'underwriting room' lantai dua gedung ACC setelah mencium bau menyengat. Kerangka dalam kondisi hangus terbakar, tertutup puing. Olah TKP dilakukan, dan sampel DNA diambil, diprioritaskan untuk keluarga Farhan dan Reno.

Tes DNA di RS Polri Kramat Jati selesai pada 4 November. Hasil dikonfirmasi pada 5–6 November: nomor posmortem 0080 cocok dengan Reno Syahputra Dewo, anak Muhammad Yasin; 0081 cocok dengan Muhammad Farhan Hamid, anak Hamidi. Analisis tulang menunjukkan keduanya laki-laki. Identifikasi juga menggunakan perhiasan seperti kalung dan kepala ikat pinggang.

"Upaya pencarian kami lakukan secara intensif dan terbuka. Kami bekerja sama dengan posko orang hilang yang juga dibentuk oleh rekan-rekan di KontraS," kata Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Aryana dalam konferensi pers 7 November 2025. Brigjen Sumy Hastry Purwanti menambahkan, "Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo."

Polda Metro Jaya menjanjikan pendampingan penuh bagi keluarga, meski tahap pencarian selesai.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak