Krisis gas India dorong saham pupuk di tengah konflik Timur Tengah

Saat ketegangan Timur Tengah mengganggu pasokan gas ke India, menyebabkan kekurangan LPG dan kenaikan harga, Peraturan Pengaturan Gas Alam Pemerintah, 2026, memprioritaskan alokasi untuk sektor esensial seperti pupuk pada 70% dari konsumsi rata-rata. Hal ini memicu lonjakan saham pupuk, dengan kenaikan hingga 17%.

Gangguan dari konflik Timur Tengah, termasuk risiko terhadap rute kunci seperti Selat Hormuz, menyebabkan kekurangan gas di kota-kota India dan kenaikan tajam harga LPG domestik dan komersial. Industri seperti pupuk, restoran, dan manufaktur menghadapi kendala yang semakin ketat. Peraturan Pengaturan Gas Alam Pemerintah India, 2026, merespons dengan memprioritaskan gas untuk sektor krusial. Pabrik pupuk akan menerima 70% dari konsumsi rata-rata mereka untuk mempertahankan produksi amonia dan urea di tengah pasokan LNG yang tidak pasti. Pasar bereaksi positif: Rashtriya Chemicals and Fertilizers (RCF) dan Fertilisers and Chemicals Travancore (FACT) melonjak hingga 17%, sementara Coromandel International, Chambal Fertilisers & Chemicals, Deepak Fertilisers & Petrochemicals, dan Paradeep Phosphates juga mencatat kenaikan kuat. Peraturan tersebut dipandang sebagai pengaman produksi pupuk, yang vital bagi pertanian. Intervensi ini menggarisbawahi paparan India terhadap guncangan energi global, dengan langkah-langkah lebih lanjut mungkin diambil seiring berkembangnya krisis.

Artikel Terkait

Indian crowds queue for scarce LPG cylinders amid crisis from Iran conflict, with closed hotels and government priority signs.
Gambar dihasilkan oleh AI

Iran conflict deepens LPG crisis: Government escalates with Essential Commodities Act

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Building on March 5 directive to refineries, the government invoked the Essential Commodities Act on March 10, 2026, amid worsening LPG shortages from the Iran conflict and Strait of Hormuz disruptions. Commercial supplies have halted, severely impacting hotels, restaurants, and crematoriums across India, while prioritizing domestic use.

The Ministry of Petroleum and Natural Gas has ordered all oil refining companies operating in India to maximise the use of propane and butane streams for LPG production. This LPG will be supplied exclusively to domestic consumers through IndianOil, Hindustan Petroleum, and Bharat Petroleum. The directive aims to protect household users amid global fuel supply challenges arising from the ongoing conflict in West Asia.

Dilaporkan oleh AI

The closure of the Strait of Ormuz amid the US-Iran conflict has driven a 7.5% rise in global fertilizer prices over the past week, with urea surging 24%. Colombia, reliant on imports for most of these inputs, faces potential effects on its agricultural sector. Experts warn this could increase production costs for crops.

Prime Minister Narendra Modi addressed a public meeting in Tiruchi on March 11, 2026, stating that India will successfully navigate the energy crisis triggered by the West Asia conflict, just as it did the COVID-19 pandemic. He urged citizens to remain calm and ignore rumours. Modi emphasized the India-first ideology, assuring that the government will protect Indian interests.

Dilaporkan oleh AI

Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menyebabkan Iran memerintahkan penutupan Selat Hormuz, menghentikan lalu lintas kapal tanker dan memicu lonjakan harga minyak dunia di atas US$80 per barel. Dampaknya meluas ke Eropa, yang kini mempertimbangkan kembali rencana menghentikan impor gas Rusia, sementara Indonesia mendorong deeskalasi melalui organisasi D-8 dan menjamin pasokan BBM tetap aman.

Indian stock markets recorded a sharp decline on Monday due to escalating tensions in West Asia. US and Israel strikes on Iran caused crude oil prices to surge, heightening investor caution. Iran has closed the Strait of Hormuz, potentially disrupting global oil supplies.

Dilaporkan oleh AI

Saham pertahanan India telah menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar global, melampaui kinerja indeks Nifty. Investor mengantisipasi peningkatan pengeluaran pertahanan yang didorong oleh ketegangan yang meningkat di Asia Barat dan kawasan sekitar India. Perusahaan yang berfokus pada sistem pertahanan dan serangan menarik perhatian investor yang signifikan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak