Timnas Indonesia U-22 kalah 0-1 dari Filipina pada laga Grup C SEA Games 2025 di Chiang Mai, Thailand, pada 8 Desember 2025. Kekalahan ini membuat posisi mereka rentan, dengan peluang lolos bergantung pada kemenangan atas Myanmar dan hasil pertandingan lain. Jika Vietnam dan Malaysia imbang pada 11 Desember, Indonesia bisa tersingkir sebelum menghadapi Myanmar.
Timnas Indonesia U-22 mengalami kekalahan mengejutkan 0-1 dari Filipina pada pertandingan pembuka Grup C cabang sepak bola putra SEA Games 2025. Laga berlangsung di Stadion 700 Anniversary, Chiang Mai, Thailand, pada Senin, 8 Desember 2025. Gol tunggal dicetak Otu Banatao melalui lemparan ke dalam dari Gabriel Guimares di menit injury time babak pertama, yang gagal diantisipasi pertahanan Indonesia.
Pelatih Indra Sjafri mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim. "Hasil yang kurang baik untuk kami. Jujur, kami bermain tidak sesuai dengan yang kita harapkan," katanya. Ia menyesali gol dari lemparan ke dalam tersebut, yang menunjukkan kurangnya eksekusi instruksi pelatihan. Di babak kedua, Indonesia lebih dominan dan menciptakan peluang, tetapi gagal menyamakan kedudukan.
Kekalahan ini membuat Indonesia berada di posisi kedua Grup C dengan nol poin, sementara Filipina memimpin dengan enam poin setelah menang 2-0 atas Myanmar sebelumnya. Filipina kini lolos ke semifinal untuk pertama kalinya dalam 34 tahun, sejak edisi 1991.
Untuk lolos sebagai runner-up terbaik, Indonesia harus mengalahkan Myanmar pada 12 Desember 2025 dengan selisih gol minimal dua. Namun, nasib mereka ditentukan lebih dulu oleh laga Vietnam kontra Malaysia pada 11 Desember di Grup B. Jika berakhir imbang, keduanya lolos dengan empat poin, dan Indonesia tersingkir meski menang nanti. Vietnam saat ini memimpin runner-up terbaik dengan tiga poin dan selisih gol +1, diikuti Timor Leste dari Grup A.
Situasi ini mengingatkan pada kekalahan pembuka Indonesia di SEA Games 1995 di stadion yang sama, yang membuat mereka gagal ke semifinal. Sebagai juara bertahan emas 2023, target PSSI untuk mempertahankan gelar kini terancam. Indra Sjafri tetap fokus: "Yang penting saya masih punya tanggung jawab. Di pertandingan kedua nanti kami harus bisa menang."