Menteri P2MI ingatkan waspada tawaran kerja palsu di medsos

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri melalui media sosial. Ia menekankan agar tidak tergiur dengan lowongan yang tidak resmi, terutama ke negara-negara seperti Kamboja dan Myanmar yang bukan tujuan penempatan resmi. Pemerintah menjamin perlindungan bagi pekerja yang tertipu.

Jakarta (ANTARA) - Pada Rabu di Balai Kota Jakarta, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri melalui media sosial.

"Harapan kita, masyarakat sekalian jangan tergiur dengan tawaran-tawaran bekerja di luar negeri, khususnya negara-negara yang bukan negara penempatan," ujar Mukhtarudin.

Ia menyarankan mencari informasi resmi melalui situs https://siskop2mi.bp2mi.go.id, yang dikelola Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Menurut data situs tersebut, sejak 2023 hingga 2025, sekitar 4.000 warga Jakarta telah ditempatkan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

Mukhtarudin menyoroti negara-negara seperti Kamboja dan Myanmar yang bukan tujuan penempatan resmi pekerja migran Indonesia. "Kemudian juga melalui perusahaan-perusahaan yang tidak resmi, yang tidak terdaftar di BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)," katanya.

Perusahaan terdaftar dianggap lebih aman karena telah memenuhi syarat dan terakreditasi. Jika warga Indonesia terlanjur berangkat secara ilegal dan tertipu, pemerintah akan hadir untuk melindungi, membantu, dan memulangkan mereka.

"Prinsipnya mereka yang berangkat secara ilegal, kita pulangkan. Kalau nggak mau pulang, ya kita paksa pulang," tegas Mukhtarudin.

Peringatan ini bertujuan mencegah penipuan dan memastikan keselamatan pekerja migran melalui jalur resmi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak