Pemerintah diminta menguji ulang tambahan kuota impor garam industri setelah realisasi impor naik pada awal 2026.
Impor garam industri dengan kode HS 25010093 mencapai sekitar 936 ribu ton pada Januari hingga Mei 2026. Angka ini naik 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda menyatakan data neraca kebutuhan dan produksi garam perlu dibuka secara rutin. Ia menilai langkah ini penting agar keputusan impor dapat direncanakan dengan baik dan tidak mengganggu target swasembada garam 2027.
Nailul juga menyoroti pola impor yang dilakukan importir sejak awal tahun. Menurutnya produksi garam lokal biasanya dimulai pada musim panas sehingga ada ketidakpastian kebijakan yang mendorong perusahaan menumpuk stok lebih awal.