Nicole Pardo Molina, influencer berusia 20 tahun yang diduga terkait dengan kartel Meksiko, diculik oleh pria bersenjata dari Cybertruck lilac khasnya di Culiacán, Sinaloa, pada 20 Januari 2026. Insiden yang terekam kamera kendaraan itu terjadi di siang bolong di luar pusat perbelanjaan. Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan orang hilang saat penyelidikan berlanjut.
Nicole Pardo Molina, yang dikenal secara online sebagai «La Nicholette», diculik sekitar pukul 5 sore di Jalan Tachiquilte dekat Jalan San Esteban di Culiacán, negara bagian Sinaloa, barat laut Meksiko. Wanita berusia 20 tahun yang lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat dengan orang tua di Phoenix, Arizona, sedang bepergian antara Culiacán dan Phoenix. Ia terakhir terlihat mengenakan atasan ungu dan celana hitam, bertinggi 5 kaki 3 inci dengan rambut cokelat muda lurus dan mata berwarna kopi. Video dari Cybertruck lilac-nya menunjukkan dua hingga tiga pria bertopeng memaksa Molina masuk ke Toyota Corolla putih setelah berhenti di samping kendaraannya di luar pusat perbelanjaan. Salah satu penyerang menutupi wajahnya dengan syal merah, dan Molina sempat melawan sebentar, mencoba menutup pintu mobil dan kembali ke Cybertruck-nya. Para tersangka kemudian melarikan diri dengan cepat, meninggalkan Cybertruck terbengkalai di lokasi. Pihak berwenang kemudian mengangkut kendaraan untuk analisis bukti. Molina, yang memiliki sekitar 170.000 pengikut di Instagram, 119.000 di TikTok, dan akun aktif di Twitch, Snapchat, serta OnlyFans, berbagi konten tentang gaya hidup mewahnya, termasuk klip dansa dan humor. Ia menjadi terkenal di Meksiko setelah memesan corrido «La Muchacha del Salado» oleh Grupo Arriesgado untuk ulang tahunnya yang ke-16 pada 2022, yang telah ditonton lebih dari 27 juta kali di YouTube. Ia juga memulai bisnis perhiasan dan memiliki toko topi dan pakaian di pusat perbelanjaan yang sama tempat penculikan terjadi. Wilayah tersebut dikuasai oleh Los Mayos, faksi dari Kartel Sinaloa yang dipimpin oleh Ismael «El Mayo» Zambada, yang disebut Molina dalam video lama sebagai «pria bertopi». Namun, tidak ada hubungan yang dikonfirmasi antara dirinya dan kelompok kriminal. Pada 2025, data resmi melaporkan 398 perempuan diculik atau hilang di Sinaloa saja, menyoroti risiko bagi influencer muda di tengah kekerasan kartel. Insiden serupa termasuk pembunuhan TikToker Valeria Márquez pada Mei 2025 selama siaran langsung. Kantor Jaksa Agung Negara Bagian belum memiliki pembaruan tentang keberadaan Molina atau motifnya.