Polisi Spanyol tangkap lima orang dalam pembunuhan dan penculikan perampokan kripto

Pihak berwenang Spanyol telah menangkap lima individu yang dituduh membunuh seorang pria dan menculik pasangannya selama pencurian mata uang kripto di Spanyol selatan. Insiden itu terjadi pada April, menyebabkan kematian pria tersebut dan pembebasan wanita itu pada akhirnya. Empat lainnya menghadapi tuduhan di Denmark atas pelanggaran terkait.

Pada April, seorang pria dan pasangannya diserang di Spanyol selatan sebagai bagian dari upaya mencuri aset mata uang kripto mereka. Pria itu ditembak di kaki saat mencoba melarikan diri, menurut pernyataan polisi. Pasangan itu kemudian dibawa ke sebuah rumah di mana mereka ditahan selama beberapa jam saat para pelaku mencoba mengakses dompet digital mereka.

Wanita itu dibebaskan pada tengah malam dan segera melaporkan penculikan kepada pihak berwenang. Polisi kemudian menemukan jenazah pria itu di area berhutan di Mijas, dalam Provinsi Malaga. Penyelidikan mengarah pada penggeledahan rumah di Madrid dan Malaga, di mana petugas menyita pistol dan berbagai barang terkait kejahatan, termasuk celana berlumur darah.

Polisi Spanyol merilis rekaman video media sosial yang menunjukkan penggerebekan di lokasi tak dikenali, pemeriksaan kendaraan, dan pengawalan tersangka yang diborgol. Waktu pasti penangkapan tidak diungkapkan. Selain itu, empat orang telah didakwa di Denmark, dua di antaranya sudah dipenjara karena kejahatan serupa.

Kasus ini menyoroti tren meningkatnya penculikan dan penculikan yang menargetkan individu di sektor mata uang kripto di seluruh dunia, di tengah popularitas mata uang yang semakin bertambah.

Artikel Terkait

French police arresting suspects, including a minor, in a cryptocurrency-linked magistrate kidnapping case.
Gambar dihasilkan oleh AI

French magistrate and mother escape crypto-ransom kidnapping; six suspects arrested

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A 35-year-old magistrate and her 67-year-old mother escaped after 30 hours captive in southern France, aided by a neighbor, in a kidnapping tied to cryptocurrency demands sent to the magistrate's partner at a crypto startup. No ransom was paid, and six suspects—including a minor—were arrested days later amid a wave of similar crypto-linked abductions.

Following initial arrests reported last week, Spanish authorities have charged four more suspects in Denmark, fully dismantling a criminal network behind the April kidnapping and murder of a crypto holder near Málaga. The operation highlights rising 'wrench attacks' on digital asset owners.

Dilaporkan oleh AI

A leaked French police report reveals that overseas criminal masterminds are behind many recent cryptocurrency-related kidnappings in France. Between July 2023 and the end of 2025, authorities recorded 40 such organized cases, with more than half targeting crypto holders or sector workers. Victims, mostly young men flaunting their wealth online, face rising threats coordinated through local recruiters.

Andean Medjedovic, a young Canadian accused of stealing millions in cryptocurrency, disappeared after his release from custody in Serbia. Authorities believe he may now be hiding in neighboring Bosnia. The case highlights challenges in tracking digital criminals across borders.

Dilaporkan oleh AI

Authorities in Colombia and Spain have dismantled a major network used by drug cartels to launder millions through cryptocurrency. The two-and-a-half-year investigation, dubbed Operation Gulupa, targeted the Clan del Golfo and revealed sophisticated methods to hide illicit funds from cocaine sales. At least $46 million was laundered via digital wallets and shell companies across multiple countries.

In Pitalito municipality, authorities arrested two men and a minor allegedly linked to the 'Los del Sur' group, involved in violent jewelry thefts. The group targeted victims in the urban center, following them before snatching chains and rings in quick attacks. The arrests followed weeks of surveillance and security camera footage analysis.

Dilaporkan oleh AI

Five tourists from Mendoza, Argentina, were detained on November 30 at Miami's Dolphin Mall accused of theft and orchestrating a criminal plan, but they claim it was a confusion involving an alarm and luggage with purchases. After paying bail, they returned to Argentina and will face a hearing on January 29, 2026, remotely. The involved parties insist on their innocence and reject the accusations.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak