Jakarta LavAni Livin' Transmedia mengalahkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 pada leg pertama Grand Final Proliga 2026 putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat malam. Kemenangan dengan skor set 25-22, 22-25, 25-16, 25-18 ini membuat LavAni unggul agregat 1-0 dalam format best of three. Mereka kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk gelar juara.
LavAni memulai pertandingan dengan kekuatan penuh, mengandalkan setter Dio Zulfikri dan spiker Taylor Sander, Georg Grozer, serta Boy Arnes. Mereka mengunci set pertama 25-22 berkat pertahanan solid, meski Bhayangkara memberi perlawanan sengit melalui Bardia Saadat dan Martin Atanasov.
Pada set kedua, Bhayangkara bangkit dengan permainan efektif dari Rendy Tamamilang, Agil Angga, dan kapten Nizar Zulfikar, memenangkan set 25-22 untuk menyamakan skor 1-1. Namun, LavAni bangkit di set ketiga dengan servis tajam Taylor Sander, menang 25-16.
Momentum berlanjut di set keempat, di mana LavAni mendominasi untuk menutup 25-18. Asisten pelatih LavAni Erwin Rusni mengatakan, “Set pertama kami bermain cukup baik, tetapi di set kedua banyak kesalahan sendiri yang dilakukan pemain.”
Pelatih Bhayangkara Reidel Toiran mengakui, “Kami bisa memberikan perlawanan di dua set pertama, tetapi setelah itu kami kehilangan permainan di set ketiga dan keempat.” Kapten Nizar Zulfikar menambahkan, “Kekalahan ini sudah selesai, sekarang kami fokus ke laga selanjutnya.”
Leg kedua digelar di lokasi yang sama pada Sabtu (25 April).