Amarveer Brar, seorang pengacara asal Los Angeles, telah mendaki sepuluh gunung selama sepuluh tahun dengan jam tangan Tudor Heritage Ranger di pergelangan tangannya. Arloji yang tahan banting ini menemaninya melalui pendakian yang melelahkan, termasuk pendakian selama 18 jam di Gunung Shuksan. Ia mengukir bagian belakang casing jam tersebut untuk memperingati pencapaiannya.
Amarveer Brar, seorang pengacara yang berspesialisasi dalam hukum tata guna lahan dan lingkungan di Los Angeles, menetapkan target pribadi pada pertengahan tahun 2010-an untuk mendaki sepuluh gunung dalam sepuluh tahun. Perjalanannya dimulai setelah terjebak badai gletser di Islandia dan membaca buku Into Thin Air, yang mendorongnya untuk menaklukkan puncak-puncak seperti Gunung Elbert, Gunung Baker, Gunung Shasta, dan Gunung Shuksan. Hari-hari pendakian sering berlangsung selama 12 hingga 15 jam, dengan durasi terlama mencapai 18 jam di Gunung Shuksan. Sepanjang perjalanan, Tudor Heritage Ranger ref. 79910 miliknya terbukti dapat diandalkan dalam kondisi ekstrem; desainnya yang sederhana dengan penanda yang dicat, lug yang dibor, serta jarum detik berwarna merah sangat sesuai dengan tuntutan pendakian gunung, bermain ski, lintas alam, dan off-road. Brar menghargai keterkaitan jam tangan tersebut dengan warisan penjelajahan, menyebutnya sebagai arloji yang fungsional dan keren. Untuk menandai penyelesaian tujuannya, ia mengukir bagian belakang casing dengan pemandangan pendakiannya ke Mont Blanc melalui Rute Trois Monts dari Gran Paradiso, dengan tambahan tulisan “10/10.” Ia menghargai ukiran yang tidak tepat di tengah tersebut karena keasliannya. Melihat ke depan, Brar merencanakan rute yang lebih teknis di Amerika Tengah dan Selatan, dengan tetap menyukai jam tangan tangguh dari tahun 1980-an hingga awal 2000-an. “Semua dilakukan selangkah demi selangkah,” ujarnya, seraya menyarankan orang lain untuk mulai dari hal kecil dan membangun momentum, baik dalam mendaki maupun mengoleksi jam tangan.